PKK Toari Juara Lomba Pangan

Kendari Ekspres, Sultra Daratan 2010-12-06 / Halaman 16

Tim Penggerak PKK Kecamatan Toari keluar sebagai juara 1 Lomba pangan 3B (Beragam, bergizi dan berimbang) tingkat Kabupaten Kolaka, yang digelar 2 Desember 2010, kemarin.

Lomba yang digelar digedung KONI Kolaka ditutup pelaksana harian Sekda Kolaka, H Fachruddin Rahim, mewakili Bupati Kolaka dan disaksikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sultra dan Ketua Tim PKK Kabupaten Kolaka, Hj Nurjati Buhari Matta.

Bupati Kolaka, H Buhari Matta, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plh Sekda Kolaka, mengungkapkan berbagai upaya dilakukan Pemkab Kolaka untuk mengantisipasi tidak terjadinya busung lapar dan gizi buruk, diantaranya pengembangan berbagai pangan lokal bergizi tinggi sebagai pangan alternatif, sehingga menjadikan daerah Kolaka setiap tahunnya memperoleh produksi padi yang surplus dan mendapat apresiasi positif dari pemerintah pusat berupa penghargaan ketahanan pangan tingkat nasional selama 5 tahun berturut-turut.

Menurutnya, salah satu program Pemkab Kolaka untuk memantapkan ketahanan pangan adalah mengurangi ketergantungan terhadap pangan pokok beras dengan menggantikan atau menggalakkan sumber daya pangan lokal yang sangat beragam yang dapat dioptimalkan pemanfaatanya seperti sagu, buah sukun, umbi-umbian, kacang-kacangan dan buahan lainnya.

“Kebijakan tentang pengembangan pangan alternatif yang sekarang mulai digalakkan pemerintah pusat, telah lebih dulu dilaksanakan di Kolaka sejak 4 tahun lalu”, katanya. *SAB/MAT

Sekda Bombana Dicopot

Kendari Ekspres, Sultra Daratan 2010-12-06 / Halaman 16

Sekertaris Kabupaten (Sekab) Bombana, Drs H Idrus Effendi Kube akan dicopot dari jabatannya. Sejak menjadi Sekda pasca Bombana memisahkan diri dari Kabupaten Buton, Idrus Effendi Kube kini terpaksa harus meninggalkan jabatannya sebagai pimpinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten penghasil emas ini, sejak Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam SE menandatangani pengangkatan Ir Rustam Supendy, asisten III Sekertaris Daerah Kabupaten Bombana sebagai Sekda.

Staf Pegawai Pemprov Sultra yang minta dirahasiakan identitasnya membenarkan pergantian itu. Katanya, proses serah terima jabatan Sekab Bombana dari Idrus Effendi Kube ke Rustam Supendy, akan dilaksanakan Senin, (6/12) di Bombana.

“Sekab Bombana akan berganti, Gubernur sudah menandatangani pengangkatan Rustam Supendy sebagai Sekab yang baru”, katanya saat dikonfirmasi via ponsel, Jumat (3/12).

Informasi yang dihimpin Kendari Eskrpes, Sabtu (4/12), Sekertaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sulawesi Tenggara Ir Zainal Abidin MM telah menyampaikan secara formal pada Pj Bupati Bombana Muhammad Hakku Wahab untuk menggelar Sertijab Sekab Bombana. Dengan demikian, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sultra H Nur Alam SE bernomor 728 tahun 2010 memutuskan, Ir Rustam Supendy dengan pangkat Pembina Utama Muda Golongan IV/C sebagai Sekab Bombana.

Terpisah, Rustam Supendy saat dikonfirmasi mengaku, belum mengetahui pengangkatan dirinya sebagai Sekab. Informasi itu, menurutnya baru diketahui pada jurnalis harian ini. Namun, jika itu benar, Asisten Tiga Setda Bombana ini mengatakan dirinya akan menerima amanah itu sesuai kemampuannya.

“Saya belum tahu pengangkatan itu”, kata Rustam Supendy, saat dikonfirmasi via ponselnya, kemarin. “Saya hanya bawahan yang mencoba untuk bekerja secara maksimal. Kalau pun ada amanah yang dipercayakan atasan pada saya, tetap saya terima sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa”, lanjut Rustam.

Bapak berkaca mata ini mengatakan, jika benar dirinya dipercaya sebagai Sekab Bombana, ia tetap menghargai dan berdedikasi pada Idrus Effendy Kube sebagai seniornya di Pemerintahan Bombana.

“Idrus Effendi Kube merupakan senior yang telah banyak memberikan keteladanan pada saya”, katanya. *CR2/A/MAT

374 Peserta Tak Ikut Ujian

Kendari Ekspres, Sultra Daratan 2010-12-06 / Halaman 16

Sebanyak 374 peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Kolaka, tidak mengikuti ujian yang dilaksanakan secara serentak, Minggu (5/12).

Informasi dihimpun, dari 5100 pelamar CPNS Kolaka yang dinyatakan lulus berkas, pada pelaksanaan ujian kemarin ternyata hanya 4726 peserta yang ikut. Mereka akan memperebutkan 265 kuota CPNS Kabupaten Kolaka tahun 2010.

Sementara, pelaksanaan ujian menggunakan 9 sekolah dengan jumlah ruangan terpakai sebanyak 135. Gedung sekolah yang digunakan diantaranya SMP Negeri 2 Kolaka, SD 1 Lamokato, SD 2 Lamokato, SD 3 dan 4 Lamokato, SMA Negeri 1, SMK Negeri 1 dan SMP Negeri 1.

Pelaksanaan ujian yang mendapat pengawasan Wakil Bupati Kolaka, H Amir Sahaka didampingi Plh Sekda H Favhruddin Rahim, berjalan lancar. Ujian dimulai pukul 09.00 Wita dan berakhir pukul 12.00 Wita.

Kepala bidang Pengembangan Pegawai BKD Kolaka, Syamsul Ramadhan, mengungkapkan pelamar CPNS Kolaka tahun 2010 mencapai 5.126 orang. Namun 26 berkas pelamar pelamar terpaksa dikembalikan karena salah alamat. “Dari jumlah tersebut sebanyak 2.420 pelamar adalah calon guru, tenaga tehnis lainnya sebanyak 1.747 orang dan tenaga kesehatan mencapai 933 orang”, katnay. *SAB/MAT

Tepung Aren Lebih Baik dari Sagu

Kendari Ekspres, Kampus Ekspres 2010-12-06 / Halaman 11

Cita rasa dan kandungan tepung (sagu) yang diperoleh dari empulur batang aren berdasarkan hasil komentar masyarakat di Kabupaten Muna yang telah melakukan pengolahan uji coba tepung dari empulur batang aren rupanya lebih baik dari tepung yang diperoleh dari hasil pengolahan empulur batang sagu.

pengolahan bahan pangan dari empulur aren di Kabupaten Muna itu, adalah hasil kerjasama Unhalu, MIO Universitas Jepang dan pemerintah Kabupaten Muna, dan akan mulai operasional Januari di tahun 2011. Banyak hal yang dapat di peroleh dari tanaman aren, selain batang empulur aren dapat diolah menghasilkan tepung untuk bahan pangan sama seperti tepung sagu, buahnya bisa dibuat sebagai bahan campuran kue, kemudian air aren yang selama ini dikenal hanya bisa diolah menjadi alkohol yang dikenal dengan balo atau kameko dan gula aren, rupanya air aren dapat dibuat menjadi jus dengan cara proses vermentasi yang sederhana, cukup hanya menggunakan ptoses pendinginan.

Hal itu dikatakan Rektor Unhalu Prof Dr Ir H Usman Rianse MS, ketika ditemui wartawan koran ini di Rektorat Unhalu, (3/12). Menurut rektor kalau kualitas tepung yang dihasilkan empulur aren jauh lebih baik dari sagu, karena dilihat dari tempat hidup aren di daerah tanah kering sehingga kandungan airnya lebih sedikit dari pada kandungan sagu yang hidupnya di daerah basah atau berair.

Namun hal itu baru sebatas prediksi, masih harus dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Hanya saja hal itu bisa mendekati pembenaran, karena kualitas tanaman sangat mempengaruhi oleh kandungan unsur hara dalam tanah dimana tempat dikembang biakan.

“Contoh jagung yang ada di Muna kalau ditanam di Kendari cita rasa aslinya berubah, karena jenis tanah tempat berkembang biakan berbeda”, jelas rektor berpenampilan sederhana tapi disiplin ini.

Untuk pengembangan jus aren di Kabupaten Muna kendalanya hanya pada kesiapan tenaga listrik yang belum tersedia sampai dengan pelosok desa. Kalau dari sisi potensi ketersedian bahan cukup. *HUM

Unhalu Kembangkan Sagu dan Sapi di Kampus

Kendari Ekspres, kampus Ekspres 2010-12-06 / Halaman 11

Universitas Haluoleo Kendari menyediakan tanah seluas satu hekter di dalam kampus untuk pengembangan tanaman sagu, bekerjasama dengan MIO Universitas Jepang.

Untuk kebutuhan lahan seluas 1 hekter telah disiapkan sebanyak 250 bonggol anakan sagu yang akan segera ditanam dalam waktu dekat. Nantinya selain akan digunakan kepentingan penelitian bagi mahasiswa juga akan menjadi pusat percontohan bagi masyarakat terkait budidaya segu yang baik sebagai bahan makanan pokok cadangan setelah beras.

Demikian diungkapkan Rektor Unhalu Prof Dr Ir H Usman Rianse MS ketika ditemui wartawan koran ini di rektorat Unhalu (3/12).

Selain sagu juga melakukan pengembangan penggemukan ternak sapi. Umtuk kepentingan hal tersebut pihak Unhalu telah menyiapkan sapi ternak sebanyak 10 ekor.

Hal itu dilakukan agar menjadi wadah percontohan bagi masyarakat dan mahasiswa khususnya, agar lebih terampil dalam mengelola proses penggemukan ternak sapi yang baik sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Dalam program ini akan melibatkan mahasiswa, hanya saja dalam pengelolaannya diharapkan bisa dijalankan dengan baik. Sehingga mahasiswa yang terlibat di dalamnya bisa mendapat nilai tambah dari kegiatan itu.

Minimal mahasiswa bersangkutan bisa membayar SPP-nya dari hasil kegiatan yang dilakukannya itu. Manajemn pengelolaannya harus terbuka, karena kalau tidak demikian jangan sampai mahasiswa hanya diperas tenaganya, lalu hasilnya dinikmati oleh para dosen atau tenaga jurusan di fakultas yang menangani hal itu.

“Saya sudah pesan kepada ketua jurusan dan para dosen, agar mahasiswa yang terlibat di dalamnya dia tidak perlu lagi membebani orang tuanya, berpikir untuk bayar SPP, tapi dia bisa bayar SPP dengan kegiatan penggemukan ternak atau pemeliharaan pengembangan sagu yang dilakukannya di kampus”, ujar Usaman Rianse. *HUM

Masjid Al Alam akan merusak Lingkungan

Kendari Ekspres, Kota Kendari 2010-12-06 / Halaman 9

Rencana pembangunan Masjid Al Alam oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mengundang tanggapan dari berbagai elemen.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Sultra Muh Endang SSos dan salah satu anggotanya Ir Yani Muluk Menolak pembangunan Masjid Al Alam jika membebani keuangan daerah. Pasalnya, jumlah APBD Sultra tidak begitu besar, sementara masih banyak kegiatan pembabangunan yang lebih prioritas yang harus dilakukan.

Kini, rencana realisasi proyek ratusan miliar itu mengundang tanggapan dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra. Walhi lebih tertarik dengan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan dari pembangunan masjid tersebut.

“Kami juga bukannya menolak dibangun masjid. Tapi kalau misalnya masjid dibangun lantas merusak yang lain, kan lucu”, ujar Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Hartono, pekan lalu.

Hartono memastikan, pembangunan masjid di tengah Teluk Kendari akan membawa petaka bagi pelestarian lingkungan, secara ekosistem, kata dia. Pembangunan masjid di tengah teluk akan merusak akosistem yang ada. Sedimentasi tal bisa dihindarkan dari akibat pembangunan itu. Tidak bisa dibayangkan berapa besar sedimentasi akibat dari pembangunan masjid itu.

Dari sisi proyek, kata Hartono, pembangunan masjid di tengah teluk memang mengutungkan karena menghasilkan uang yang tidak sedikit. Namun, dampaknya sangat luar biasa. Selain merusak ekosistem dan dapat menimbulkan sedimentasi yang begitu besar, pembangunan masjid juga akan menimbulkan dampak sosial.

“Jika memang pemerintah tetap mekasakan untuk membangun masjid di sana, bagaimana dengan nasib para pedagang di pesisir pantai Kendari Beach. Secara otoritas kehidupan mereka akan terganggu. Nda mungkin yang punya kafe Karina atau yang TWT akan mengijinkan para pelanggannya untuk terus menyanyi jika azan sudah dikumandangkan”, katanya.

Hartono mengaku heran dengan pola pikir Pemerintah Provinsi yang memiliki keinginan besar membangun masjid di tengah teluk. Sepengetahuan dia, sebuah masjid dibangun di tengah pemukiman penduduk bukan di tengah laut.

Karena itu, Hartono meminta kepada DPRD Sultra untuk meninjau kembali kelayakan dari pembangunan masjid tersebut. Apalagi dalam pembangunannya akan menhabiskan anggaran ratusan milyar rupiah.

“Kenapa misalnya pemerintah tidak mencari lahan lain yang lebih layak, kenapa harus dipaksakan disana. Apalagi saya dengar-dengar anggaran pembangunannya bersumber dari pihak luar yang besarnya mencapai Rp 800 milyar”, ketus Hartono.

Meskipun anggarannya bersumber dari pihak luar atau bukan dari APBD. Hartono menilai, anggaran itu tetap akan membebani keuangan daerah karena bantuan itu sufatnya utang dan harus dikembalikan.

“Dari mana lagi mau diambilkan kalau bukan dari APBD. Tapi itu soal anggaran itu menjadi tanggung jawab DPRD. Kami hanya ingin melihat dari dampak lingkungannya. Intinya, pembangunan masjid Al Alam di tengah teluk sangat berpotensi akan merusak teluk. Belum ada masjid saja, teluk sudah rusak, dangka. Apalagi akan dibangun masjid, berapa kubik memang tanah akan dibuang disana”, sesalnya. *R4/A/LEX

Pertamina Tambah SPBU Penyedia Pertamax

Kendari Ekspres, Ekonomi Bisnis 2010-12-06 / Halaman 3

Banyaknya keluhan masyarakat soal sulitnya memperoleh bahan bakar pertamax akibat terbatasnya jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) penyedia bahan bakar tersenut, membuat pertamina menambah lagi tiga SPBU penyalur pertamax di wilayah Kota Kendari.

“Sebelumnya ada lima SPBU yang menjual pertamax. Mengingat kebutuhan masyarakat pertamax juga semakin tinggi sedang saat ini yang ada baru empat SPBU yang menjualnya, kini akan disiapkan tiga SPBU lagi di Kota Kendari, yakni SPBU Rabam, SPBU Saranani dab SPBU WR Soeprapto. dan menyusul dua SPBU lagi di Kolaka. Kemungkinan Desember atau Januari 2011 baru bisa berjalan”, ujar Sales Representative Depot Pertamina Kendari, Daniel, Kamis (2/12).

Pertamina juga tengah mendorong sejumlah SPBU lain di sejumlah daerah Sultra agar mendukung peningkatan suplai kebutuhan pertamax ke masyarakat, diantaranya SPBU di Pondidaha, Kabupaten Konawe.

Sementara itu, lanjut Daniel, konsumsi pertamax menunjukkan penignkatan yang cukup signifikan. Setiap harinya pertamina mendistribusikan sejumlah 1,5 KL pertamax. SPBU Tapak Kuda bahkan mencapai 1 KL per hari. *M4/B/DUL