Lima Jembatan Ibu Kota Berkonstruksi Batang Kelapa

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-12-11 / Halaman 5

Banyaknya anggaran yang digelentorkan setiap tahun ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bombana ternyata tak mampu mengubah wajah ibu kota kabupaten di Rumbia menjadi lebih baik. Infrastruktur jalan misalnya, selama tujuh tahun berturut-turut, instansi itu tidak mampu mempermulus jalan lingkar ibu kota, padahal panjangnya tidak lebih dari 15 kilometer. Jembatan pun demikian. Dari sekian banyak jalur transportasi penghubung yang ada di wilayah ibu kota, lima diantaranya ambruk dengan kondisi memiriskan. Meski sudah berbulan-bulan rusak, Dinas Pekerjaan Umum hanya bisa membuat jembatan darurat dari batang kelapa.
Sampai kemarin, sudah ada lima jembatan batang kelapa yang dibuat Dinas PU Bombana. Dua diantaranya terletak di Kelurahan Lampopala dan Talabente, Kecamatan Rumbia. Padahal dua jembatan produk PU ini merupakan jalur utama dari Kasipute menuju Kendari dan ruas yang kerap dilalui Pj Bupati dari rumah jabatan di Kelurahan Lauru menuju kantornya di Kelurahan Lameroro, Rumbia. Dua jembatan batang kelapa lainnya terletak di sekitar rumah jabatan bupati. Sarana itu merupakan jembatan keluar masuk ratusan warga yang tinggal di BTN Pasir Putih. Sedangkan satu jembatan kelapa lainnya dibangun di belakang rujab Bupati. Jembatan itu menjadi jalan alternatif pegawai kantor Agama Bombana serta warga BTN Griya Aksana Indah atau BTN Depag.

Jembatan lain yang menggunakan batang kelapa  terletak di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah. Sarana penghubung itu merupakan produk terakhir yang dikerjakan Dinas PU Bombana setelah jembatan permanen berukuran sekitar  enam kali delapan meter ambruk akibat banjir. ” Kalau musim hujan jembatannya tidak bisa dilalui. Selain tidak terlihat karena tenggelam oleh air sungai, jalannya juga licin. Kalau sudah seperti itu, pasien biasanya diturunkan dari mobil atau motor lalu digendong dengan berjalan kaki menuju RSUD,” kata Pia, salah seorang warga Loea. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bombana, Endang Kilat mengatakan dari lima jembatan yang ambruk itu,  pihaknya hanya bisa mengantisipasi dengan membuat jembatan darurat. Hal ini disebabkan tidak adanya dana yang diporsikan untuk membangun kembali jembatan yang rusak itu. “Dananya baru kami ajukan di 2011 nanti,” katanya. Pj Bupati Bombana, Muhammad Hakku Wahab pun hanya bisa prihatin dengan kondisi jembatan di Bombana. Khusus jembatan masuk di RSUD, Hakku mengaku telah menginstruksikan kepala Dinas PU untuk segera memperbaikinya. (nur)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: