Kepik Hitam Serang Padi Petani

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-12-11 / Halaman 5

Dalam musim tanam kali ini, seribuan hektar hamparan sawah di Kecamatan Wonggeduku diserang kepik hitam. Hama yang membuat bulir padi tidak maksimal dan hasil berasnya akan menjadi pahit tersebut memang tergolong baru. Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Dinas Pertanian Kecamatan Wonggeduku, Ishak merinci ada sekitar 1900 hektar  sawah penduduk yang terserang hama tersebut dari total 3800 hektar sawah produktif. ” Sementara 1900 hektar lainnya terancam diserang hama yang sama. Oleh karena masa panen petani bervariasi panen, jadi penyerangannya tidak sekaligus kepada padi petani. Yang jelas petani yang telah panen ada indikasi terserang hama itu. Dan sejauh ini baru separuh petani yang telah panen,” ujar Ishak saat ditemui di sawah petani ketika melakukan pemantauan.

Karena tergolong hama baru, Ishak mengaku kesulitan mengidentifikasi dan memprediksi serangan hama ”keluarga” kumbang ini. Tetapi umumnya hama itu biasanya menyerang padi dimalam hari dan dalam kondisi suhu kelembaban tinggi. ” Hama itu dapat terbang dan hinggap ke padi lainnya sehingga sulit untuk diberantas. Jadi kami sarankan petani agar pasca panen segera merontok padi yang telah dipanen. Sebab, apabila disimpan dan ditumpuk maka berpotensi terserang kepik hitam ini,” saran Ishak.

Langkah konkrit yang dilakukannya saat ini adalah melakukan identifikasi dan inventarisasi sawah-sawah yang telah terserang hama tersebut. Itu setelah pihaknya mendapat laporan dari ketua-ketua kelompok tani dan Petugas Lapangan (PL). ” Selain itu  kami memberikan penyuluhan tentang  penanggulangan hama tersebut secara cepat dan tepat,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Ambotuo, salah seorang petani di Kecamatan Wonggeduku mengatakan hama tersebut mengancam padi di seluruh sawah yang ada. Sebab, serangan hama itu tidak nampak secara visual. “Akan tetapi diketahui setelah padi dipanen dan digiling. Ciri-cirinya, beras menjadi rusak seperti tepung. Selain itu, apabila serangan hama itu intensitasnya tinggi maka hasil produksi menurun hingga 50 persen. Katakanlah hasil produksi normal, sampai lima ton per hektarnya, maka produksi padi sawah yang terserang kepik hitam turun hingga 50 persen dan rendemennya (penurunan kualitas beras) sangat tinggi,” jelas Ambotuo. (din)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: