Rampok Bermotif Minta Sumbangan

Kendari Ekspres, Crime Ekspres 2010-12-02 / Halaman 5

Perampokan bermotif permintaan sumbangan terjadi di Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Selain berhasil menjarah laci uang, pelaku nyaris membuat korban terbunuh, Risnawati, nama korban, dalam penaganan intensif RS Bhayangkara menyusul retak pada tulang leher.

Peristiwa yang terjadi siang bolong sekitar pukul 11.00 Wita ini terbilang berani. Pelaku Fandi Bin Sangkala (17), datang ke Toko Cahaya Promosi, di bilangan Jln Bende, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, menyodorkan sumbangan atas nama pembangunan masjid di Soropia. Pemilik toko, Risnawati (39) menyambut baik kedatangan itu dan menyodorkan lembatan uang Rp 20 ribu sebagai sumbangannya.

Fandi, warga BTN Korem, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, setelah itu pamit pulang. Sementara itu, Risnawati menuju dapur untuk mematikan nyala kompor. Di luar, Fandi tidak langsung pergi melainkan memanfaatkan mementum itu untuk kembali ke toko dan membuka alci meja dimana korban sebelumnya terlihat mengambil uang di tempat tersebut.

Adegan ini rupanya kedapatan pemilik toko, Risnawati lantas memegang tangan Fandi, “Apa kamu ambil dari situ”, sergapnya sembari menggertak hendak melaporkan pada pihak kepolisian. Fandi lantas meratap, “Jangan lapor saya”, pintanya tetapi sambil meraih tangan korban dan secepat kilat membenturkan kepala korban ke tembok.

Korban terjatuh, Fandi datang mencekik leher korban sekuatnya. Kejadian ini rupanya tertangkap mata salah seorang warga sekitar yang kebetulan lewat.

Spontan ia melakukan pertolongan terhadap korban sekaligus menangkap pelakunya serta melaporkannya pada petugas Polsek Mandingan via telepon. Petugas yang sigap segera mendatangi TKP dan langsung meringkus pelaku. Sementara itu, korban terpaksa dilarikan ke RS Bhayangkara karena cidera yang dialaminya.

Kapolsek Poasia, AKP Abdullah B, menerangkan korban terpaksa menjalani operasi karena hasil rintgen mendapati tulang lehernya retak. Di sisi lain, pelaku didera pasal 356 tentang pencurian dengan kekerasan. Karena mengakibatkan luka, pelaku diancam hukuman 12 tahun penjara.

Dalam tas pelaku ditemukan uang sebesar Rp 88 ribu, yang sempat dimasukkan dalam tas. Itu tidak termasuk uang yang berserakan di lantai akibat tarik menarik antara pelaku dan korban. Pada saat dicekik pelaku, korban sempat berucap, “Lepaskan, ambilmi semua uangku !” seru korban. *IIS/DUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: