Petani Berpikir Jual Berasnya ke Bulog

Media Sultra, Selekta 2010-12-02 / Halaman 12

Rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap beras menjadi alasan petani lokal untuk tidak menjual berasnya ke Bulog.

HPP yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Inpres No. 7/2009 yakni Rp 5.060 per kilogramnya. Sementara harga beras Bulog dipasaran mencapai Rp 5.600 per liternya.

Hal ini diakui oleh, Parman salah satu petani lokal asal Desa Lambusa Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (1/12).

“Harga beras kalau dijual ke Bulog satu karungnya (isi 50 Kg) hanya dua ratus lima puluh ribu kalau di pasar bisa sampai 270 ribu”, kata dia.

Namun demikian, Kepala Seksi Tata Usaha Bulog Sultra, Ari Hardiono, di Kendari, Selasa (30/11), tetap memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa penjualan beras di pasaran butuh waktu yang lama.

“Kalau di Bulog masuk pintu sudah jadi uang”, kata Ari di ruang kerjanya.

Alasan lainnya, yang dikemukakan Parman yaitu standarisasi pembelian Bulog yang sulit dijangkau petani.

Standarisasi dimaksud sebagaimana dikatakan Ari beberapa pekan lalu adalah ditetapkan standar minimal, kwalitas beras harus memenuhi kadar air 14 persen dan dua persen bulir patah. (R-3/Ms-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: