Masyarakat Watunohu Jadikan Nilam Tanaman Sela

Media Sultra, Daerah 2010-12-02 / Halaman 7

Masyarakat Kecamatan Watunohu yang ikut program Gerakan Nasional (Gernas) menjadikan nilam sebagai tanaman sela. Hal itu untuk peningkatan produksi dan mutu kakao.

Program Gernas 2009 sampai 2010 tanaman sela yang dipakai adalah jagung. Sayangnya tanaman ini kurang menarik perhatian masyarakat lantaran kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi.

Masyarakat cenderung memilih nilam karena nilam bisa memproduksi hasil berkelanjutan sedangkan jagung cuma satu kali panen saja.

Pendampingan lokal Gernas Kecamatan Watunohu, Rustam, saat ditemui Media Sultra, Selasa (23/11), mengatakan, program Gernas mulai Februari 2009 sampai sekarang menganjurkan jagung. Namun kenyataan di lapangan “Masyarakat lebih memilih nilam sebagai tanaman antar waktu dari masapenebangan sampai masa produksi kakao”, ungkapnya.

Program Gernas 2009 dibagi tiga kegiatan yaitu, peremajaan di tiga Desa yaitu, Watunohu, Samatiru dan Tambuha, rehabilitasi yaitu Desa Watunohu, Lahabaru, Sarona, dan Tambuha, dan intensifikasi yaitu Desa Watunohu, Lahabaru, Samaturu dan Tambuha.

Masyarakat yang masuk program peremajaan atau sambung pucuk harus melakukan penebangan secara merata terhadap kakao yang akan diremajakan. Untuk proses penebangan, penanaman sampai masa produksi memerlukan waktu sampai 18 bulan. (M-9/Ms-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: