Guru SMPN 1 Kabaena Timur Mogok Mengajar

Kendari Ekspres, 2010-12-02 / Halaman 1

Di duga menyelewengkan dana biaya Operasional Sekolah (BOS), Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Kabaena Timur, kabupaten Bombana, Sultra, digugat para guru di sekolah itu. Akibatnya, para guru melakukan aksi mogok mengajar dan aktivitas belajar mengajar terhenti.

Setelah mogok mengajar, 11 guru SMP di Desa Balo ini kemudian mengadukan sang Kepsek ke Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pariwisata Bombana Rabu (1/12).

Djohanisi SPd, salah seorang guru yang mengugat Kepsek mengaku, proses belajar mengajar di sekolahnya tidak harmonis lagi. Selain penyimpangan dana BOS 2006-2010, kata Djohanisi, ketidak harmonisan belajar juga dilatarbelakangi pemotongan gaji guru. Selain itu, kata dia, banyak dana bantuan pendidikan juga disalahgunakan. Dia mencontohkan, dana BOP dari Pemprov, bantuan PT Billy Rp 3.500.000, uang komite per tahun, dana subsidi peningkatan mutu, dana school grant Rp 50.000.000 dan masih banyak lagi. Selain itu, Djohanisi juga mengaku, pengelolaan perpustakaan dan laboratorium sekolah tidak berjalan baik.

“Saya minta tim independen turun memeriksa Kepsek ini. Banyak penyimpangan yang terjadi. Jika tidak, kami akan terus melakukan aksi mogok”, desak Djohanisi yang didampingi 11 guru seusai menemui Kepala Dinas Pendidikan Bombana, Rabu (1/12).

Jika desakan ini tidak direspon, lanjut Djohanisi, pihaknya akan mengadukan penyimpangan itu ke polisi dan kejaksaan, bahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Kami minta Kepsek ini diproses secara hukum dan sitinjau ulang pengangkatannya”, tegas Djohanisi.

Sebelumnya, dia mengaku, para guru dan siswa SMPN 1 Kabaena Timur sudah melakukan aksi unjuk rasa di sekolahnya. Namun, sampai sekarang tidak juga digubris.

Ketika dikonfirmasi, Kepsek SMPN 1 Kabaena Timur, Hasbi SPd, mengatakan, semua tudingan tersebut tidak benar, Kepsek bermabut putih ini menjelaskan, dana BOS dan lain-lain itu, sudah digunakan sesuai peruntukannya.

“Itu bohong”, tegas Hasbi. “Tidak ada penyimpangan. Saya tetap melibatkan guru dalam pengelolaan dana bantuan sekolah. Penggunaan dana itu untuk pengayaan, pemeriksaan soal, pembuatan soal, penulisan rapor, pengecatan sekolah, pembuatan taman bunga, MOS siswa baru, pesantren kilat, pengawasan ulangan, ujian, dan lain-lain”, paparnya.

Terkait pemotongan gaji guru, Hasbi menuturkan bahwa penggunaannya untuk kebutuhan pengurusan kepala sekolah di Kabupaten.

Menanggapi persoalan ini, Kadis Dikbudpar Bombana, Andi Syarifuddin SH, mengatakan, pihaknya akan menelusuri persoalan tersebut. Dikbudpar, menurut Syarifuddin, akan menurunkan tim ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Kami sudah dengar keterangan dari kepala sekolah. Selanjutnya, kami akan meminta keterangan dari para guru”, janjinya. Apakah ada sanksi itu Kepsek ini ? “Bergantung masalahnya, karena kami harus pastikan apakah pengaduan ini terbukti atau tidak”, katanya. *CR2/A/MAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: