Mahasiswa Tolak Jembatan Bahteramas dan Masjid Al Alam

Media Sultra, 2010-12-01 / Halaman 1

Sejunmlah mahasiswa dari Barisan Mahasiswa Pemerhati Hukum (BMPH) Sultra, Selasa (30/11), Mereka meminta pembangunan jembatan Bahteramas dan Masjid Al Alam di lingkar Teluk Kendari, yang akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Mereka menilai, keberadaan kedua objek itu nantinya justru akan mengancam kesejateraan masyarakat sekitar utamanya penyedia jasa penyebrangan laut rute Kota-Lapulu yang berjumlah sekitar 500 kepala keluarga, serta akan mengancam ekosistem l;aut di teluk Kendari.

“Kasihan warga setempat. Kalau ada jembatan, orang tidak akan lagi naik perahu motor mereka”, ujar LM Taha, salah seorang koordinator mahasiswa.

Nada serupa juga dilontarkan La Halini yang juga koordinator aksi. Menurutnya, program tersebut sangat bertolak belakang dengan program walikota Kendari dalam upaya mengeruk dan menyedot lumpur teluk tersebut agar nantinya kapal-kapal yang berukuran besar dapat berlabuh di Pelabuhan Kendari.

“Kalau teluk ditimbun akibatnya akan terjadi sedimentasi dan pendangakalan laut karena lumpur dari timbunan itu mengendap”, terang Halini.

Sebaiknya Pemprov mengalihkan anggaran kembatan bahteramas dan Masjid Al Alam itu untuk perbaikan infrastruktur menambah anggaran kesehatan dan pendidikan serta menambah anggaran untuk bantuan rumah ibadah di Sultra yang dianggap sangat minim.

“Masjid-masjid di daerah ini butuh perhatian dan sentuhan serius pemerintah. Kok ini malah sudah mau buat lagi jembatan dan masjid baru dengan anggaran besar”, tambahnya.

Selain itu mahasiswa juga menuding Dewan telah melakukan “main mata” dengan eksekutif untuk melakukan rencana pembangunan jembatan dan masjid tersebut.

Sekertaris Komisi III DPRD Sultra Syamsul Ibrahim bersama tiga orang rekannya dari komisi III menbvantah tudingan mahasiswa itu. Manurutnya, dewan justru tidak setuju rencana pemerintah itu telah berulang kali mempertanyakan apa manfaat bagi masyarakat jika jembatan dan masjid tersebut dibangun. Pemerintah selalu berkelit dan tidak pernah memberikan jawaban jelas.

“Kami juga sudah berkali-kali mempertanyakan hal itu kepada pemerintah untuk apa jembatan dan masjid itu. Di kota ini kita tidak kekurangan masjid hanya kekurangan iorang yang datang ke masjid’, jelas Syamsul membantah tudingan mahasiswa.

Syamsul Ijbrahim berjanji akan segera mengawal dan meneruskan aspirasi mahasiswa ini ke rapat pimpinan dewan nantinya, untuk segera melakukan koordinasi dan meminta penjelasan gubernur. (M-10/M-2/Ms-3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: