Sungai Koloimba Dijadikan Agro Wisata Air Tawar

Media Sultra, Daerah 2010-11-27 / Halaman 7

Sungai Koloimpa pada zaman dulu dikeramatkan dan sering digunakan sebagai tempat membuang sial masyarakat Lalolae, Keisio, Tikonu dan Silea setiap tahunnya. Setelah tradisi tersebut hilang, kini masyarakat Kecamatan Lalolae memanfaatkan Sungai Kolomiba menjadi tempat agro wisata air.

Sungai Koloimba yang dulunya tidak produktif kini telah menjadi kawasan produktif kini telah menjadi kawasan produktif. Sungai ini dimanfaatkan kelompok tani terpadu menjadi kawasan agrowisata. Agrowisata ikan air tawar dimaksud yaitu pembudidayaan ikan air tawar, nantinya pengunjung dapat menikmati panorama sungai sambil menikmati hidangan ikan air tawar yang dipancing sendiri.

“Saat ini kami dalam tahap awal pengembangannya, dan kami telah dibantu bibit dan keramba”, ujar sekertaris Kelompok Tani Terpadu Pengelolaan Agrowisata Air Tawar Sungai Koloimba, Sumardin didampingi Camat Lalolae Syakhrin dan Kasubag Umum Pemerintah Kecamatan Lalolae Supardi, baru-baru ini.

Menurut Sumardin, pembibitan tahap awal dilakukan pada 5 dari 10 karamba yang telah dibantu. Masing-masing keramba direncanakan terisi 300 benih ikan dalam tiap keramba bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan dalam Bedah Kecamatan Gerbangmastra. Lokasi Agrowisata ini tidak jauh dari jalan poros Kolaka-Kendari, dapat jadi tempat peristrhatan dan bagian dari wisata kuliner ikan air tawar.

Pembudidayaan ikan air tawar memakan waktu 3 bulan dengan jenis ikan nila, lele dumbo dan ikan mas. Bahkan sudah ada yang menawar Rp 40.000 per kilo jika sudah panen. Sumardin berharap bantuan yang lebih banyak dan variatif dari Pemkab untuk pengembangan usaha agrowisata. “nantinya Agrowisata air tawar ini dapat memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat dan merupakan sumber protein”, katanya.

Mustamin menambahkan, Sungai Koloimba sangat potensial untuk karamba ikan, terbukti benih ikan yang pernah dilepas Bupati Kolaka pada saat pembukaan bedah kecamatan di Kecamatan Lalolae sudah besar. Masyarakat banyak yang telah menikmatinya. Hanya saja, salah satu kendala dihadapi masih ada masyarakat khususnya daerah hulu yang mencari ikan dengan cara meracun air. Ini ditakutkan dapat mengganggu produksi karamba agrowisata.

“Kami harap pemerintah dapat memberikan pemahaman dan kami juga telah melakukan sosialisasi untuk tidak meracun air juka ingin menangkap ikan”, ungkap Mustamin.

Sementara itu Camat Lalolae, Syakrifin, menyatakan, letak goegrafis Lallolae yang di poros Kolaka Kendari merupakan potensi besar pengembangan daerah wisata.

“Ide awal ini karena kami melihat potensi yang ada dan paling tepat pengembangan potensi wisata di Kecamatan Lalolae, apalgi pemandangannya yang cukup cantik”, katanya. (Ar)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: