Taman Nasional Rawa Aopa Diusulkan Turun Status

Media Sultra, 2010-11-15 / Halaman 1

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) mengusulkan ke pemrintah pusat penurunan status beberapa kawasan hitan konservasi. Salah satunya adalah Taman Nasional Rawa Aopa (TNRAW) yang terletak di kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Gubernur Sultra Nur Alam yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, RTRWP sudah final. Hanya saja ada beberapa lokasi hutan termasuk kawasan konservasi TNRAW yang akan diajukan ke DPR-RI untuk turun status. Proses persetujuannya memerlukan perjuangan sehingga tidak mudah begitu saja mengubahnya.

Menurut Nur Alam, jika lahan tersebut dibiarkan dirambah dengan sendirinya, kepastian akan lahan itu akan menjadi rugi. Itulah sebabnya pemerintah daerah melalui Depertemen Kehutanan dan tim terpadu bersama-sama dengan DPR-RI mengusulkan untuk menurunkan statusnya sehingga lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk lahan perkebunan tebu. Apalagi dilahan tersebut tidak ada tambang.

“Berdasarkan hasil penelitian IPB Bogor, sebagian kawasan TNRAW paling cocok ditanami tebu. Tebu itu sekarang bahan baku gula, kalau status lahannya sudah bisa diolah maka dengan sendirnya manfaatnya sangat banyak”, kata Nur Alam.

Wakil Ketua DPRD Sultra Muh Endang SA, mengatakan, yang paling pokok bukan substansi ruang tetapi penurunan fungsi kawasan. RTRWP tidak hanya menagtur hutan namun ada substansi ruang. Terutama memastikan daerah yang tadinya negara diakui sebagai kawasan hutan peruntukannya, namun saat ini secara de facto sudah dikuasai oleh penduduk seperti yang masuk dalam TNRAW.

Ia menyebutkan kawasan hutan seperti di kabupaten Kolaka di Kecamatan Ladongi masuk dalam HPL, di Kabupaten Muna ada Desa Kontu, di desa Sidodadi itu kawasan hutan yang sampai saat ini belum jelas.

Menurut Ensang, penurunan status kawasan hutan harus hati-hati apalagi yang masih banyak ekosistemnya. “Jangan seolah-olah pembahasannya dalam rangka untuk memenuhi Sultra sebagai kawasan pertambangan nasional tujuannya. Itu sudah salah niatnya. Karena pemerintah juga harus mengingat daya dukung lingkungan ekosistem hutan di Sultra”, tukasnya. (R-1/Ms-5)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: