SMAN 5 Kendari Olah Sampah

Kendari Pos, Edukasi 2010-124 / Halaman 15

SMAN 5 Kendari menjadi sasaran penyuluhan lingkungan Green Road to School (GRTS). Penyuluhan tersebut dilaksanakan atas kerjasama Aliansi Perempuan Sulawesi tenggara (Alpen Sultra) dengan LSM Hijau.

Penyuluhan dilaksanakan dalam ranhka mendukung pemerintah terhadap sosialisasi penanggulangan bahaya narkoba dan AIDS. Selain itu Alpen juga bekerja sama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Kendari, didukung Autralian Youth Ambassador Development (AYAD).

Menurut salah seorang anggota tim dari BLH Kota Kendari, Alfian mengatakan, salah satu sasaran sosialisasi dimaksudkan untuk merangsang motivasi siswa melakukan perubahan perilaku, dilingkungan maupun di luar sekolah, dan juga membuat suatu hasil karya dari tindakan pemanfaatan lingkungan.

Sosialisasi yang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu itu, kemarin (23/11) para siswa harus menghasilkan suatu karya dari sampah yang menjadi bahan dasar utama. Sangat mengagumkan, beberapa kelompok yang telah mendapat penyuluhan sekali sebulan tersebut, telah menunjukkan hasil karya yang sangat bermanfaat dan bernilai guna.

Presentase hasil karyanya siswa siswi SMAN 5 yang memanfaatkan sampah antara lain, pupuk kompos, hiasan dinding, dan peta lingkungan. Setiap kelompok memaparkan bagaimana proses dan pembuatan hasil karya meraka yang kemudian dinilai tim sosialisasi.

Tak hanya mendapat sosialisasi dan pembelajaran memanfaatkan sampah di sekitar lingkungan sekolah. Mereka juga melakukan darmawisata ke alam terbuka.

Darmawisata itu dilakukan untuk memberi nuansa baru bagi para siswa agar lebih mengenali lingkungan dan alam, utamanya pengenalan flora dan fauna endemik Sultra, serta peninjauan pembuatan pupuk kompos sertatempat pembuangan akhir sampah di kota Kendari.

“Program itu sesuai dengan harapan kami bahwa para siswa yang telah disuluhi, setidaknya mampu meningkatkan kesadaran konservasi lingkunga, melalui pengembangan dan pemahaman proses merusak akibat perilaku manusia. Selain itu kami melibatkan para pelajar dengan dengan tujuan agar mendorong belajar bertanggung jawab,responsif, dan menghargai bukan hanya lingkungannya, tetapi masalah lain, seperti kemiskinan, kesehatan, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan”, katanya.

Senada dengan Alfian, Wakasek Kurikulum SMAN 5 Kendari, Andy Nurdin S. Pd, juga memberi apresiasi yang besar terhadap perhatian beberapa alinasi dan LSM itu. Karena sebagai sekolah model, SMAN 5 Kendari juga harus meningkatkan kepedulian lingkungan yang besar guna meningkatkan standar mutu pendidikan. (p2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: