Petani Merugi 12,5 Milyar Pertahun

Media Sultra, 2010-11-24 / Halaman 1

Sekitar 5.000 hekter (ha) sawah di Sultra rusak per tahunnya karena terserang hama tikus. Jika dikalkulasi berdasarkan penghasilan petani per hekternya Rp 2,5 juta, maka kerugian petani di Sultra per tahunnya mencapai Rp 12,5 milyar.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Mansyur di Kendari, Selasa (22/11), menanggapi keseimbangnya luasan lahan pertanian dibanding racun pembasmi tikus yang diberikan kepada petani.

“Yang jelas dalam setahun itu kurang lebih lima ribu hekter rusak karena hama tikus”, kata Mansyur.

Tahun 2010 ini, pemerintah provinsi hanya mengalokasikan 400 dos bantuan racun jenis tiram untuk membasmi hewan pengerat itu.

Wakil Gubernur (Wagub) Sultra Saleh Lasata saat panen raya di Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka, menilai belum seimbang luasan lahan persawahan di Sultra.

“Pemerintah pada umumnya memberikan bantuan utamanya pembasmi hama tikus tetapi bantuan itu mungkin tidak seimbang dengan hamparan yang tersedia disini”, kata Wagub.

Karena itu, Saleh Lasata berharap agar para petani tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah. Petani diharapkan dapat memberantas hama tikus tersebut secara alamiah atau kebiasaan para petani sebelumnya seperti dilakukan perburuan atau semacamnya.

“Diharapakan ada kebersamaan dari para petani juga jangan terlalu banyak mengharapakan bantuan, apakah diburu atau bagaiamana cara mereka sendiri saya yakin di masing-masing desa itu ada”, jelas Wagub. (R-3/Ms-2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: