Batasi Pengeluaran Sapi

Kendari Ekspres, 2010-11-24 / Halaman 3

Dinas Pertanian Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku tak mampu menekan perdagangan bibit sapi secara illegal selama beberapa tahun terakhir. Tercatat sejak tahun 1992 tidak kurang 200 ekor bibit sapi di suplai ke luar daerah Sultra, belum termasuk bibit sapi yang dikeluarkan secara illegal.

Kendalanya, jalur keluar perdagangan sapi hanya bisa dikontrol melalui pelabuhan-pelabuhan resmi, sedang untuk jalur tak resmi yakni perdagangan antar pulau melalui pelabuhan-pelabuhan kecil tidak bisa dikontrol.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Sultra, Ir Mansur MTP, pada jurnalis Kendari Ekspres, Senin (22/11).

“Jika itu terus tak terkontrol, bisa-bisa petani kita kekurangan bibit sapi untuk pembudidayaannya. Apalagi rata-rata yang dibawa ke luar adalah bibit sapi unggul. Itu jelas merugikan”, tegas Mansur.

Kalau sebelumnya secara illegal 200 ekor sapi di drop untuk memenuhi kebutuhan petani di luar Sultra, kini Dinas Pertanian hanya mengizinkan 500 ekor bibit sapi saja setiap tahun yang boleh diperdagangkan ke luar daerah.

“Kami sudah menyurat ke kabupaten/kota untuk mengawasi pengeluaran bibit sapi, terutama melalui jalur pelabuhan kecil”, tambahnya. *P7/B/HUM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: