5.000 Ha Sawah Diserang Tikus Pertahun

Kendari Ekspres, Metro Ekspres 2010-11-23 / Halaman 10

Bantuan tiram atau bom asap tikus terbukti ampuh membunuh tikus yang kerap menyerang tanaman padi. Tak terkecuali petani di Desa Gunung Sari Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka. Meski pemerintah telah melakukan pengadaannya, namun jumlah tersebut dirasa tak cukup untuk menekan serangan hewan pengeret tersebut.

Keluhan petani langsung disampaikannya pada Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata, Senin (22/11), saat membuka panen raya padi varietas unggul seluas 317 Ha, yang dikelola sejumlah kelompok tani di daerah tersebut.

“Melalui dana dari pusat, sesegera mungkin kami akan berupaya suplay tiram. Bersama-sama dengan pemda berkoordinasi dengan dinas terkait, kami akan mendata berapa total kebutuhan petani untuk disampaikan ke pusat guna pengadaan Tiram nantinya”, tegas Saleh, ketika menyaksikan langsung simulasi gropyokan hama tikus menggunakan Tiram.

Ia mengakui,, Tiram terbukti efektif dan cepat membunuh hama tikus. Sementara itu, bantuan pemerintah masih kurang untuk menekan serangan tikus yang menurunkan kwalitas dan produksi padi petani setempat.

Selain mengupayakan penambahan jumlah bantuan tersebut, ia juga berharap, petani tidak hanya berpangku tangan menunggu hingga bantuan pemerintah cair. Upaya intensif pembasmian secara konvensional bisa dilakukan sementara waktu, mengingat 30 persen tanaman padi dipastikan rusak akibat serangan tikus.

Kepala Dinas Pertanian Sultra, Ir Mansur MTP, mengatakan setiap tahunnya rata-rata 500-an hekter areal persawahan di Sulawesi Tenggara terserang hama tikus. Dari luas lahan tersebut, nyaris dua puluh ribu ton padi tidak dapat dipanen.

“Jika dikalkulasikan dalam rupiah, 20 ribu ton kali Rp 2,5 juta, bisa dibayangkan berapa total kerugian tiap tahun yang di tanggung petani kita”, urainya.

Dinas Pertanian Sultra sendiri sudah mendistribusikan bantuan Tiram kepada petani secara gratis sebanyak 100 buji/hekter untuk masing-masing kelompok tani.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Bunga Mekar Desa Gunung Jaya Ladongi, I Dewa Putu Triyasa Ama, jumlah tersebut belum sebanding dengan luas hamparan yang mereka garap. Katanya, minimal dibutuhkan 200 biji/hekter Tiram bagi setiap kelompok tani untuk membasmi merajalelanya serangan tikus di areal persawahan.

“Memang pendistribusian dibawah kontrol pemerintah. Tidak dijual secara bebas. Namun dari instruksi Wagub tadi, secepatnya kami akan mendata berapa rata-rata kebutuhan petani kita”, tukas Mansur. *P7/B/LEX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: