La Bia Duga Penyusunan Raperda RTRW ‘Copy Paste’

Kendari Ekspres, Sultra Daratan 2010-11-19 / Halaman 15

Gendutnya anggaran penyusunan Raperda Rencana Tata ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buton Utara dianggap anggota Komisi C DPRD Butur, Drs La Bia sangat tidak masuk akal. Sehingga legislator PDIP itu menilai penyusunan Raperda itu diduga sarat ‘copy paste’ (salinan belaka).

bahkan, gendutnya anggaran tersebut dinilai bisa saja menimbulkan perampokan anggaran. “Anggaran DPRD diberi tugas dan fungsi pengawasan oleh negara guna mencegah terjadinya perampokan uang rakyat. Karena itu dewan perlu melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan perencanaan tata ruang Kabupaten Butur yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.213.435.500 sejak beber5apa tahun terkahir”, kata mantan jurnalis itu saat ditemui di kediamannya di Ereke, Kamis (18/11).

Menurut La Bia, anggaran sebesar Rp 3,2 miliar tersebut diswakelolakan Dinas PU dan Tata Ruang sejak tahun 2009 lalu. Sehingga dengan metode seperti itu sangat berpeluang dan strategis menimbulkan kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah.

“Hal itu bisa terjadi dengan adanya manipulatif guna memenuhi materi muatan taknis Raperda RTRW Kabupaten dengan anggaran Rp 642.855.155, penyusunan tata ruang kota dengan anggaran Rp 411.500.000, penyusunan tata ruang kawasan Rp 415.380.000, penyusunan tata bangunan dan lingkungan Rp 213.730.500, penyusunan ruang kawasan pemerintahan Rp 485.000.000 dan desiminasi/sosialisasi produk perencanaan tata ruang Rp 275.295.00 dan ini belum pernah dilakukan di Butur”, beber La Bia.

la Bia mengakui, memang materi muatan teknis Raperda RTRW Kabupaten sesuai pasal 5 ayat 2 huruf a. Pada peraturan menteri PU No 11 tahun 2009 tentang pedoman persetujuan substabsi dalam penetapan Raperda tentang RTRW kabupaten meliputi, pertama, tujuan, kebijakan dan strategi penataan ruang kabupaten.

Kedua, rencana struktur ruang wilayah kabupaten, ketiga, rencana pola ruang wilayah kabupaten. Keempat, penetapan kawasan strategis kabupaten. Kelima, arah pemanfaatan ruang wilayah.

Keenam, arah pengendalian pemanfaatan ruang. “Jika materi muatan teknis Raperda ini akan diproyekkan dalam program kegiatan ini hanya bisa menghabiskan anggaran sekitar Rp 1 miliar lebih dan tidak akan habis sampai Rp 3,2 miliar”, jelas La Bia. Sehingga idealnya biaya pembuatan Raperda RTRW kabupaten sekitar Rp 1,3 M, bukan Rp 600 juta seperti dikatakan Hado Hasina, beberapa waktu lalu.

“Kalau Raperda RTRW yang dibuat Hado Hasina hanya Rp 60 juta itu copy paste dan hanya bisa digunakan untuk pembungkus kacang”, terang La Bia. Dia mengatakan, Perda RTRW akan menjadi arah dan haluan strategis pelaksanaan pembangunan Buton Utara untuk jangka 20 tahun kedepan. Namun biladalam proses pembuatan Raperda ini ada upaya perampokan anggaran maka tentu tidak punya bobot.

“Contoh RTRW harus diseminarkan pada tiga tingkatan yaitu seminar pendahuluan, seminar antara dan seminar akhir. Di Butur semanarnya saja tidak jelas dan sangat siragukan bobot ilmiahnya karena Hado Husina tampil sebagai nara sumber tunggal pada setiap tahap seminar-seminar RTRW semacam ini sama membuang anggaran di tong sampah. Kasihan daerah dibuat seperti ini”, tegasnya.

Apa lagi, lanjut La Bia, Hado Husina diketahui bukan ahli dibidang penataan ruang, namun karena Hado selaku Kadis PU dan Tata Ruang pengelola banyak proyek sehingga dipuji-puja oleh orang-orang yang mencari proyek.

“Tapi karena Hado Kepala Dinas PU dan Tata Ruang yang diduga sebagai sang pembagi proyek maka puji-pujilah oleh para orang-orang yang mencari proyek di Butur”, lantang La Bia. La BIa juga menilai Hado tidak lebih cerdas, buktinya pembangunan jalan di Butur baru tiga bulan sudah rusak berat, apa lagi bicara Raperda dan penataan ruang. “Hado jangan ajari anggota dewan soal Perda RTRW”, cetusnya. *R3/B/DUL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: