Pembahasan RTRW Boros Anggaran

Kendari Ekspres, Kota Kendari 2010-11-08 / Halaman 9

Forum Tata Ruang Sultra, menantang DPRD Sultra segera merealisasikan rekomendasi hasil hearing berkaitan dengan rencana revisi tata ruang Wilayah, karena menurut penilaian forum itu DPRD belum menjalankan fungsinya dengan baik.

Forum Tata Ruang Sultra yang bergabung dari beberapa organisasi, diantaranya WALHI, YPSHK, Medikra, WWF, JAUH Sultra, Yascita, TELAPAK, SUAMI, ALPEN, KPI, SP, dan Puspaham, berharap DPRD Sultra agar segera menindak lanjuti hasil hearingnya, sehingga masalah RTRW yang pembahasannya telah berjalan sejak tahun 2009, bisa diperjelas dan berlangsung secara transparan.

Direktur WALHI Sultra Hartono, Sabtu (6/11) secara blak-blakan mengatakan pembahasan RTRW yang dilakukan Timdu sejak setahun lalu telah memboroskan biaya Rp 2,9 milyar. Kini, pembahasan itu akan dilanjutkan lagi menjadi Perda, sehingga dilakukan kembali permohonan anggaran senilai Rp 4 milyar, sementara hingga tahun 2010, pembahasan ini belum transparan dan bahkan DPRD sendiri pun, yang harusnya melakukan fungsi pengawasan dan penyambung lidah rakyat, tidak mengetahui banyak tentang pembahasan RTRW tersebut.

Hingga saat ini, sejumlah dokumen-dokumen resmi RTRW dari Timdu, belum berada di DPRD Sultra, sehingga pantas saja bila DPRD Sultra belum maksimal melakukan hearing. Lebih aneh lagi, anggaran pembahasan RTRW dengan mudah lolos di DPRD tanpa adanya evaluasi terhadap pembahasan di tahun 2009. Tahun 2010, permohonan anggaran tersebut kembali dimasukkan Pemda.

Melihat hal itu, Forum Tata Ruang Sultra, meminta kepada DPRD Sultra, untuk menahan sementara anggaran tersebut hingga RTRW jelas. “Kami juga tidak feer bila menyebut peralihan hutan ini sebagai lokasi pertambangan, hanya saja Timdu tidak transparan, olehnya itu dinilai, bisa saja peralihan hutan ini sebagai penyambung visi gubernur Sultra, untuk menjadikan daerah Sultra sebagai pusat pertambangan”, ucap Tono.

Hasil hearing lalu, DPRD Sultra meminta penjadwalan ulang rapat dengan Timdu, agar semua anggota Timdu dapat hadir dengan struktur yang lengkap. Timdu juga diminta untuk menghadirkan 10 kabupaten dan kota, guna mengkroscek usulan RTRW apakah betul bersumber dari usulan pemerintah kabupaten dan kota.

DPRD Sultra juga akan membentuk tim khusus atau pansus untuk melakukan pengecekan peta dan dokumen hasil pleno Timdu, yang telah diserahkan ke Menteri Kehutanan RI, misalnya kebenaran pengusulan konservasi cagar alam, ataukah untuk mempermulus visi gubernur, sebab potensi mineral Sultra sangat melimpah yang berada di bawah kawasan hutan.

Selain itu, DPRD Sultra juga akan menyurati Menteri Kehutanan dan DPR RI agar dilakukan  penghentian sementara proses RTRW, sebab hal ini belum clear di daerah sementara, pengusulannya telah bergulir di Menhut.

Olehnya itu, Forum Tata Ruang meminta kepada DPRD Sultra untuk mempertegas kembali hasil hearing, dengan melakukan penjadwalan ulang pertamuan dengan Timdu beserta pemerintah kabupaten dan kota.

“DPRD harus meminta dokumentasi resmi beserta motifasi RTRW kepada Timdu, yang telah diserahkan ke menteri, agar dapat digunakan dalam pengecekan dilapangan”, ucapnya.

Forum ini menilai, anggaran pembahasan RTRW pada 2008-2009 senilai Rp 2,9 milyar sangat boros, sebab pertemuan banyak dilakukan di Jakarta dan Bogor.

Dalam rekomendasi perubahan RTRW Timdu, terdapat 166.036 peralihan kawasan. Menurut Timdu, berdasarkan usulan Kabupaten dan Kota terdapat 310.165 peralihan kawasan namun setelah dilakukan proses, Timdu hasilkan 166 lebih Ha. *P1/A/LEX

One Response

  1. Ya seharusnya rapat di jakarta jgn di bogor kyak ngumpet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: