Sultra Masuk Zona Rawan Gempa

Kendari Ekspres, 2010-11-06 / Halaman 1

Berdasarkan peta wilayah rawan tsunami Indonesia yang dikeluarkan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Sultra dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia masuk ke dalam zona wilayah rawan tsunami dan gempa bumi. Daerah- daerah yang masuk dalam peta wilayah rawan tsunami tersebut yakni seluruh daerah yang masuk dalam gugusan kepulauan yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Muna, Wakatobi, Buton Utara, dan juga Kota Kendari. Sedangkan wilayah yang potansinya sangat kurang dari bencana tsunami, yakni wilayah Kabupaten Konawe Utara.

Secara rinci berdasarkan peta indeks kerawanan bencana (disaster prone area indexmap) dari badan Nasional Pananggulangan Bencana (PNPB), Kota Kendari masuk dalam zona merah atau memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, disusul Kabupaten Bombana dan sebagian besar pulau Kabaena, sedangkan sisanya atau sebagian besar pulau Kabaena, sedangkan sisanya atau sebagian besar kabupaten masih dalam kategori rendah dari rawan bencana.

Provinsi Sultra sendiri masuk dalam daftar zona XV dari sedikitnya 25 zona wilayah rawan gempa bumi, yakni Aceh, Sumut (Simeuleu), Sumbar, Bengkulu, Lampung, banten, Jabar, Yogyakarta, Lasem, Jatim-Bali, NTB, NTT, Kapulauan Aru, Sulsel, Sultra, Sulteng, Sulut, Sangir talaud, Malut, Maluku Selatan, Papua Utara (Kepala Burung), Jayapura, Nabire, Wamena, dan Kaltim.

Terkait penanggulangan bencana, Direktur Pengurangan Resiko Bancana PNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan ke pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi pendistribusian bantuan.

Bahkan pendistribusian bantuan bencana ini, kata Sutopo, akan dilakukan hingga ke tingkat kecamatanmelalui angkatan laut dan udara. Saat ini, tanggap darurat masih dapat ditangani dengan mengoptimalkan sumber daya masional yang ada.

Pemerintah daerah, juga diminta melakukan pemetaan daerah rawan resiko bencana untuk meminimalisasi kerugian. Pemetaan wilayah bencana ini meliputi semua bencana besar seperti banjir, longsor, kekeringan, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya. Peta resiko bencana ini, kata Sutopo, harus diadopsi dalam rencana tata ruang wilayah. *R2/B/MAH

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: