Petani Sulit Peroleh Bibit Rumput Laut yang Unggul

Kendari Ekspres, Metro Ekspres 2010-10-26 / Halaman 10

Kualitas rumput laut yang kurang baik, tentu mempengaruhi kualitas hasil panen itu sendiri, pengambilan bibit dari induk yang dilakukan berkali-kali, membuat rumput laut rentan terhadap penyakit. Hal seperti inilah yang dilakukan sebagian pembudi daya rumput laut di Kota Kendari.

Hal itu terjadi karena petani kita masih kesulitan memperoleh bibit rumput laut yang unggul. Untuk mendapatkan bibit, petani terpaksa memotong dari induk rumput laut itu sendiri.

Masalah itu telah disadari oleh pemerintah Kota Kendari. Tak pelak Wali Kota Kendari, Ir H Asrun MEng Sc meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari untuk memperhatikan masalah tersebut.

“Penanganan masalah ini sudah bagus termasuk pembibitannya, sebab bila pembibitan yang kurang bagus akan berbahaya bagi perkembangan rumput laut, artinya satu terjangkit penyakit maka lainnya langsung terkena. Olehnya itu secara teknisDKP Kota akan menindaklanjuti hal ini, seperti menyediakan bibit unggul rumput laut”, jelas Asrun, belum lama ini.

Asrun menyadari, potensi pengembangan budidaya rumput laut di Kota Kendari sangat besar dan manfaatnya telah dirasakan langsung masyarakat nelayan di pesisir, terlebih harganya cukup bagus, mulai Rp 10 ribu per kilogram, sehingga dapat meningkatkan income masyarakat. Terlebih kualitas rumput laut nelayan Kota Kendari tidak kalah saing dengan daerah pesisir lainnya.

“Kita ingin rumput laut ini ada prosesnya atau pascapanennya. Minimal ada yang jadi bubuk sehingga ada nilai tambahnya. Upaya ini tengah diarahkan di Kelurahan Bungku Toko Kecamatan Abeli Kota Kendari dan daerah-daerah sekitarnya, tetapi akan didiskusikan dengan DKP terkait kemampuannya. Apalagi masyarakat kita siap untuk melakukan budidaya, karena mereka sudah cukup mengetahui caranya, tinggal bagaimana pasca panennya disentuh sedikit”, kata Asrun lagi.

Menyinggung soal bantuan, Pemkot berupaya mencari modal dari berbagai sumber, sekaligus bermitra dengan sektor swasta terkait pemasaran.

Kepala DKP Kota Kendari, Ir Agus Salim Safrullah MS menjelaskan, berdasarkan pantauan langsung, sejauh ini belum ada keluhan terkait pembibitan rumput laut.

“Kualitas bibit kita bagus, yang langsung didatangkan dari Moramo dan DKP selalu melakukan penyuluhan melalui Tenaga Pendamping (TP), agar nelayan tidak sering mengambil bibi tinduk yang sama. Adapun penyakit ice-ice pada rumput laut disebabkan oleh faktor cuaca atau pergantian musim, sehingga mengakibatkan rumput laut berguguran dan hal ini mutlak terjadi. Antisipasinya menggunakan pasca tanam”, ucapnya.

Namun, lanjutnya fenomena tersebut jarang terjadi sebab hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat nelayan pembudidaya rumput laut. Adapun kualitasnya sama dengan daerah lain, hanya proses penjemuran setelah panen yang belum memenuhi standar pemasaran.

Pembibitan saat ini di dominasi di Kecamatan Abeli, yakni Kelurahan Tondonggeu dan Sambuli. Dari tahun ke tahun tingkat pengelolaannya terus mengalami perkembangan, seiring dengan pemberian bantuan modal usaha dan pembinaan dari pemerintah.

Tahun 2009 hasil panen mencapai 300 ton, 2010 mengalami peningkatan yakni 300 hingga 400 ton dengan semester yang sama. “Selain pembuatan abon ikan, juga dilakukan penglolaan rumput laut seperti pembuatan kerupuk, manisan, dan dodol. Pembuatan bubuk agar-agar instan tengah diupayakan, pasalnya, masyarakat kita pernah mengkuti pelatihan pembuatan bubuk ini di Bungku Toko yang dilaksanakan Direktorat Pesisir dan Pulau-pulau”, papar Agus. *P1/B/DUL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: