Nelayan Hakatutobu Duduki Tongkang WNN

Kendari Ekspres, 2010-10-26 / Halaman 1

Puluhan nelayan Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra, menggelar aksi demonstrasi terhadap perusahaan tambang PT Wijaya Nikel Nusantara (WNN) yang beroperasi di Tanjung Leppe Pomalaa, Senin, (25/10). Aksi nelayan yang dikoordinasi aktivis LSM Forum Swadaya Daerah (Forsda) dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Daerah Kolaka ini digelar di laut dengan menggunakan puluhan perahu.

Dalam aksinya, massa juga menduduki kapal tongkang pengangkut ore nikel PT WNN. Selain berorasi, massa juga melampiaskan aksinya melalui spanduk dan pernyataan sikap.

Saat berorasi, salah seorang pengunjuk rasa, Djabir, mendesak penghentian aktivitas tambang di Tanjung Leppe yang dinilai merusak lingkungan pesisir. Selain itu, PT WNN juga didesak memberikan ganti rugi terhadap nelayan Desa Hakatutobu yang mata pencahariannya terancam akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas penambangan nikel.

Menutur Djabir, hilangnya sumber pencarian nelayan dan rusaknya lingkungan akibat kebijakan kontraproduktif pemerintah daerah dalam pemberian izin pertambangan yang tidak memenuhi kaidah pertambangan yang baik. Djabir juga menyayangkan lemahnya penegakkan hukum dalam menindak kasus-kasus pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan tambang. “Ribuan ton tanah Mekongga dijual ke China, tetapi tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat”, katanya.

Humas PT WNN, Lukman, mengatakan, perusahaannya telah memberikan kompensasi atau sejumlah bantuan kepada masyarakat pada dua desa, yakni Desa Hakatutobu dan Desa Sopura.

Menurut Lukman, bentuan atau kompensasi diberikan perusahaan kepada masyarakat di setiap pengapalan senilai Rp 30 juta per desa. “Jadi kalau tiga kali pengapalan kita sudah diberikan masing-masing 90 juta”, kata Lukman.

Tak hanya itu, kata Lukman, perusahaan juga sering berpartisipasi pada pemberian bantuan lain.

Namun, nelayan menganggap jika bantuan yang selama ini diberikan perusahaan setiap kali pengapalan itu merupakan bantuan CSR, sementara nelayan berunjuk rasa menuntut ganti rugi atas kerusakan budidaya nelayan seperti rumput laut dan teripang akibat aktivitas penambangan. *SAB/MAH

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: