Mahasiswa Kehutanan akan Praktik Jelajah Hutan

Kendari Ekspres, Kampus Ekspres 2010-10-25 / Halaman 11

Mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan Universitas Haluoleo Kendari, diakhir semester nanti diperkirakan awal Januari, bekerjasama dengan Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) Cabang Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan kegiatan kunjungan praktek kerja lapang disejumlah lokasi hutan jati yang ada sejumlah Kabupaten di Sultra.

Lokasi target hutan jati yang akan dijelajahi oleh mahasiswa jurusan kehutanan selama 1 minggu tersebut, antara lain hutan jati Sampolawa dan hutan Lambusango yang oleh dunia telah mengakuinya sebagai paru-paru dunia, yang lokasinya berada di dsaerah Kabupaten Buton.

Menurut dosen Jurusan Kehutanan Ir H Husna Faat MS yang juga ketua AMI Cabang Sultra saat ditemui wartawan koran ini di kediamannya (20/10). Untuk hutan Lambusango mahasiswa dari luar negeri sudah banyak yang bolak-balik melakukan penelitian di tempat itu, sehingga akan menjadi sangat tertinggal kalau mahasiswa Unhalu sebagai Universitas terbesar di daerah ini tidak melakukan penelitian dan studi lapang di tempat itu.

Kemudian hutan jati Wakonti Kota Baubau lokasi ditentukan pohon jati tertua di Sultra, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Anton dari Yogyakarta yang ditetapkannya berdasarkan hasil analisa DNA. Berikut Hutan Jati napabalano di Kabupaten Muna dan lokasi tambang Talaga untuk melakukan konservasi penanaman pohon dilokasi eks tambang.

Menurut Husna, selain dirinya dalam kapasitasnya sebagai ketua AMI Cabang Sultra yang juga dosen pada jurusan kehutanan, mahasiswa akan didampingi sejumlah dosen lainnya, mereka adalah, alimudin SP MSi ketua Jurusan Kehutanan, Faisal Danu S. HUT MSi, Asrianti SP, MSi dan ibu Miken Puji Rahayu, S HUT, MP, Basrudin, SP.

“Dalam program kunjungan praktek kerja lapangan ini, mahasiswa selain melakukan penelitian dan pengamatan secara langsung tentang flora dan fauna yang ada di lokasi yang dituju, disana juga mahasiswa akan melakukan penanaman pohon endemik lokal Sultra sebagai bentuk partisipasi mehasiswa dalam pelestarian hutan sekaligus menyelamatkan pohon endemik Sultra yang kini sudah mulai punah”, ujar Husna.

Dari 200 lebih mahsiswa yang akan mengkuti tiga mata kuliah praktek lapang, masing-masing mata kuliah sevikultur, Dendrologi dan Aplikasi Bioteknologi Pupuk Hayati, setiap mahasiswa diwajibkan untuk membawa dan menanam 10 pohon, jenis kayu angsana, sengon, kuku, kayu nona, biti, dan mahoni. Yang diambil dari hasil praktek penelitian mahasiswa dan dosen di lokasi persemaian tanaman jurusan kehutanan bekerjasama AMI cabang Sultra. *HUM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: