Idealnya Wakatobi Dihuni 500 Ribuan Jiwa

Media Sultra, Daerah 2010-10-25 / Halaman 7

Untuk menata ruang Wakatobi agar lebih nyaman, baik untuk ditinggali maupun dibangun, maka dalam Rencana Tata Ruang Wilayah, salah satu kebijakan pembangunannya diarahkan pada pembatasan jumlah orang yang boleh tinggal di Wakatobi. Jumlah tepatnya, hanya sekitar 500 ribuan orang yang bisa menetap. Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian, Penanaman Modal dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Wakatobi, Ir Abdul Manan MSc, belum lama ini.

Dari segi ruang untuk tempat tinggal, potensi 20 tahun ke depan paling tinggi 150 ribuan jiwa. Sampai 2020, diperkirakan berdasarkan hasil analisis tim yang meneliti sebanyak 140 ribuan penduduk yang menetap di Wakatobi.

Jumlah penduduk Kabupaten Wakatobi, sesuai hasil sensus BPS Wakatobi tahun 2010 yakni 92.922 jiwa. Jadi diperkirakan, untuk sepuluh tahun ke depan paling tinggi sekitar 200 ribuan penduduk yang menetap di Wakatobi.

“Berarti dari segi ruang untuk tempat tinggal, Wakatobi masih memiliki ruang yang luas sampai 40 tahun kedepan”, katanya.

Makanya, Wakatobi dibangun dengan seminimal mungkin menghasilkan produksi limbah dan emisi ke laut, darat dan udara. Untuk menghindari emisi, salah satunya dengan kebijakan pembatasan jumlah orang yang boleh tinggal di Wakatobi, termasuk volume kenderaan bermotor.

Diupayakan, Wakatobi memiliki emisi karbon minimal. Sehingga diharapkan, dapat berkontribusi pada perbaikan iklim kedepan, dimana saat ini iklim global mengandung panas dengan suhu yang cukup tinggi, begitu juga situasi laut, udara yang tidak menentu, sehingga mempengaruhi ketahanan pangan.

“Kita upayakan Wakatobi dibangun tanpa banyak mengubah bentuk aslinya. Pembangunan tetap mempertahankan kondisi alamnya, sehingga menjadi unik dibanding dengan daerah lain. Kalau sama dengan daerah lain, maka pengunjung akan berprinsip buat apa kesini, yang mereka cari ada juga di daerah mereka”, katanya.

Lanjutnya, yang perlu dibenahi pembangunan fisiknya adalah sarana prasarana jalan, pintu-pintu ekonomi seperti pelabuhan dan bandara. Pelayanan diperbaiki dan infrastruktur ditingkatkan. Hal itu sudah menjadi kebijakan pembangunan daerah ini. Bahkan membangun gedung pun tidak boleh melewati tingginya pohon kelapa, sehingga ketika orang masuk ke Wakatobi, dari jaug masih kelihatan. Jadi kesen hijau akan dipertahankan. (Cr-4/Ms-2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: