Jalan Rusak, Warga Pomalaa Protes

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-10-19 / Halaman 5

Kesabaran warga di Kecamatan Pomalaa yang hingga kini terus ”menikmati” jalan umum yang rusak dan menimbulkan polusi udara, kini tak terbendung lagi. Dalam advokasi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kolaka mereka berunjuk rasa di DPRD, kemarin. Masyarakat mempertanyakan perhatian  pemerintah yang tidak juga melakulan perbaikan jalan. Ironinya, karena di Pomalaa hadir sejumlah perusahaan tambang termasuk PT. Antam dan PT. Inco. ” Kekayaan perut bumi di Kolaka sudah sekian lama dikeruk. Tapi selama itu pula masyarakat menerima penderitaan. Kalau hujan banjir lumpur, musim panas polusi debu. Dan pemerintah maupun perusahaan tambang yang nota bene menjadi penyebab utama kerusakan jalan sama sekali tak peduli,” teriak Ketua HMI Cabang Kolaka, Suleman.

Selain menuntut perbaikan jalan agar segera direalisasikan, massa juga mendesak pemerintah menutup aktivitas pelabuhan khusus milik pengusaha tambang yang menggunakan jalan umum sebagai akses produksi. Sempat terjadi keributan saat sejumlah mahasiswa melarang kendaraan dinas milik Kadis PU, Arman Wahab saat hendak keluar dari kantor DPRD Kolaka usai menghadiri sidang paripurna pembahasan APBD perubahan. Kadis PU akhirnya turun dan berjalan kaki menuju ke kantor bupati. Sementara itu mahasiswa juga terlibat perdebatan alot dengan anggota DPRD yang menerima aspirasi mereka. Pendemo menilai dewan yang merupakan perwakilan masyarakat hanya tutup mata atas kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang di Pomalaa.

Tudingan tersebut dibantah Ketua Komisi III, Akring Johar. Politisi PPRN itu beralibi, dewan telah memberikan rekomendasi pada Pemkab untuk menutup aktivitas perusahaan tambang yang merusak lingkungan. Para senator itu lagi-lagi berjanji akan menindaklanjuti tuntutan para pengunjukrasa dengan memanggil pengusaha tambang dan instansi terkait. Di tempat terpisah Asisten I Setkab Kolaka, Andi Ahmad mengatakan akses transpoertasi di Pomalaa itu berstatus jalan negara sehingga kewajiban pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan. Mahasiswa mengancam akan kembali berunjukrasa jika tuntutan mereka tidak disahuti. (cr3/cok)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: