HMI Kolaka Desak DPRD Sikapi Jalan Rusak Akibat Pertambangan

Media Sultra, 2010-10-19 / Halaman 1

Puluhan Mahasiswa Himpunan Islam (HMI) Cabang Kolaka dan Himpunan Mahasiswa Pomalaa (Himapo) berunjuk rasa di kantor DPRD, Senin (18/10). Mereka mendesak jalan poros di Kecamatan Pomalaa yang dimanfaatkan perusahaan tambang segera diperbaiki.

Ketua Komisi III, Muh. Akring Djohar bersama Hasanuddin dan Sirwan Jaya Razak awalnya menemui demonstran. Keduanya ditolak karena tidak ingin ditemui perwakilan DPRD Kolaka. Para demonstran lalu berusaha masuk ke halaman DPRD tapi dihalau polisi sehingga terlibat aksi dorong.

Ketika diterima pimpinan dan anggota DPRD Kolaka, massa tidak mau menerima alasan anggota DPRD Kolaka. Mereka menilai lamban menangani persoalan rusaknya jalan poros di Kecamatan Pomalaa yang digunakan perusahaan pertambangan mengangkut ore. Ketua DPRD Kolaka, Parmin Dasir dan Ketua Komisi III, Muh. Akring Djohar susah memberikan komentar. Keduanya selalu dipotong ucapannya oleh mahasiswa. Pertemuan kemarin terkesan anggota DPRD Kolaka dihearing mahasiswa.

Ketua HMI Cabang Kolaka, Sulaeman menyatakan, hasil investigasi pihaknya, pengelolaan SDA di kolaka sangat meresahkan. Pneggunaan jalan umum oleh pelaku usaha pertambangan mengakibatkan kondisi jalan hancur atau rusak. Akibat tidak adanya jalan produksi dan menggunakan jalan umum oleh pelaku pertambangan, mengakibatkan roda ekonomi dan kesehatan masyarakat semakin terganggu. Dimusim kemarau masyarakat menikmati debu dan musim hujan masyarakat menikamti lumpur, sering terjadi lakalantas hingga memakan korban.

“UU tentang jalan nomor 38 tahun 2004 pasal 1 (5) menyatakan jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, dengan penjelasan pasal cukup jelas. Penggunaan jalan negara untuk kepentingan truk tambang tentu tidak sesuai peruntukkan penyelenggaraan jalan”, teriak Sulaeman.

HMI menyatakan menolak pertambang di Kabupaten kolaka, kususnya di Pomalaa. Mendesak Pemda Kolaka menghentikan aktivitas pertambangan sampai telah direalisasikan perbaikan jalan. Mendesak Pemda Kolaka menutup aktivitas pelabuhan pribadi (khusus) yang menggunakan jalan umum. memfungsikan jembatan timbang Sabilambo dan timbangan mobil dipelabuhan fery. mendesak pemprov Sultra dan kabupaten kolaka mengambil langkah perbaikan  infrastruktur jalan dan jembatan ruas jalan Kecamatan Pomalaa hingga Kecamatan Tanggetada.

“kami datang untuk meminta solusi kapan realisasi jalan Pomalaa direalisasikan. Kami sudah bosan di janji. kami berikan waktu satu minggu, jika dalam satu minggu jalan belum diperbaiki maka kami akan menggelar aksi lebih besar lagi”, ancam mereka. (Ar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: