Ditangkap, Truk Pengangkut Jati Dilepas Lagi

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-10-19 / Halaman 5

Percuma saja. Setelah dua pekan menangkap dua truk puso pengangkut jati di poros Lawa, Dinas Kehutanan (Dishut) dan Polres Muna ternyata tak bisa melakukan proses hukum. Dua truk berdimensi besar yang mengangkut 26 kubik kayu berbentuk square (balok) yang ditahan saat melintas di UPTD Matakidi dengan tujuan Baubau via pelabuhan Wamengkoli tersebut akhirnya dilepaskan begitu saja. Padahal dalam pemeriksaan awal waktu itu, pemilik kayu tak dapat menunjukan dokumen resmi pengangkutan.

Dilepasnya truk itu otomatis menimblkan stigma negatif dan sinisme terhadap kinerja  Dishut dan kepolisian. Direktur Kritik Sultra, La Ode Muammar Khadafi mengaku mendapat informasi bila mobil pengangkut tersebut kembali ke Kusambi menunggu kelengkapan dokumen yang diurus di Dishut Muna. ” Ada indikasi main mata antara pemilik kayu dan oknum tertentu di Dishut hingga truk dilepas,” duga aktivis yang menjadi saksi penyerangan aktivis ICW di Jakarta beberapa waktu lalu. Kadishut Muna, Mukadimah yang dikonfirmasi mengaku, dua truk puso pengangkut jati yang mereka tahan itu berstatus diamankan di instansinya karena memuat jati tanpa dilengkapi syarat administrasi. Setelah penangkapan Selasa (5/10), keesokan harinya Ia baru meminta bantuan Polres Muna, namun tak mendapat respon penyidikan. Polisi beralasan, kayu itu milik masyarakat. ” Kayu masyarakat tidak ada tindak pidananya,” katanya. Polisi juga menganggap laporan Dishut meminta bantuan penyidikan, sudah kadaluwarsa karena terlambat melapor dalam 1×24 jam.

” Ini jadi beban Saya, tidak ada proses penyelidikan,” sesal Mukadimah. Dishut melakukan lacak balak untuk mengetahui kebenaran apakah jati tersebut memang milik masyarakat. Setelah didudukkan titik koordinatnya, jati tersebut bukan berasal dari hutan kawasan. ” Kita lepas, kembalikan ke Desa Guali (Kusambi) untuk mengurus surat-suratnya. Saat dilepas, dikawal dua Polhut dan dua Polisi,”alasan mantan Kepala BKD Muna itu. Argumen lain hingga menjadi alasan tepat untuk melepaskan kayu tangkapan yang awalnya dianggap ilegal itu juga dilontarkan Kapolres Muna, AKBP Rachmat Pamudji melalui Kasatreskrim, AKP Agus Sugiarso. ” Polisi bukan tidak melakukan penyelidikan. Namun laporan Dishut ke Polres Muna sudah kadaluwarsa. Seharusnya dilaporkan ke Polisi dalam 1×24 jam disertai penyerahan barang bukti.  Dishut menangkap truk tersebut tanpa melakukan penyitaan. Nanti sudah satu minggu baru diproses BAP penyitaannya. Itu sudah terlambat dan cacat hukum,” versi Agus yang langsung memastikan bila kayu tersebut bukan diambil dari hutan kawasan, tapi milik masyarakat serta memiliki dokumen. (awn/cok)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: