jalan Pasarwajo-Baubau Ibarat Bencana

Kendari Ekspres, Buton Raya 2010-10-18 / Halaman 16

Kerusakan jalan Pasarajo-Baubau dianggap sebagai sebuah bencana yang harus segera diatasi. Apalagi kondisi jalan yang rusak itu sudah cukup meresahkan masyarakat. Harusnya, dalam menyelesaikan persoalan itu, pemerintah tidak perlu kaku dan segera mengambil langkah perbaikan untuk memudahkan masyarakat sebagai pengguna jalan. Hal itu diungkapkan mantan Ketua DPRD Buton, Samsu Umar Abdul Samiun SH saat ditemui di kediamannya akhir pekan lalu.

Menurut balon Bupati buton ini, tidak ada hal yang perlu ditakutkan jika pembangunan jalan Provinsi itu harus menggunakan APBD Buton. Tentu ada mekanisme yang harus dilewati agar tidak berimplikasi pada persoalan hukum dan bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Tidak ada hal yang perlu ditakutkan sebenarnya untuk menggunakan APBD Buton karena ini (jalan Pasarwajo-Baubau,red) sudah bencana”, ungkap Umar Samiun saan Samsu Umar Abdul Samiun SH.

Dia menilai, kondisi jalan poros itu sudah cukup parah dan merehakan masyarakat. Sehingga pemerintah harus segera mengatasi persoalan itu. Menyangkut anggaran, jalan itu tidak mesti harus menggunakan APBD Buton pun juga bisa digunakan selama untuk kepentingan seluruh masyarakat. “Ini adalah uang rakyat dan digunakan untuk rakyat. Jadi tidak perlu ada yang diragukan”, paparnya.

Umar Samiun berharap, Bupati Buton sebaiknya segera mengkonsultasikan penggunaan anggaran APBD Buton kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk memperbaiki jalan Poros Pasarwajo-Baubau, sehingga harapan masyarakat akan jalan poros yang lebih baik tidak harus menunggu waktu yang cukup lama.

“Mengadakan konsultasi dengan BPK karena persoalan jalan ini sudah cukup meresahkan masyarakat. Kita sangat berharap agar persoalan ini supaya segera diatasi. Mungkin kalau tahun ini hanya mampu sekian kilometer, tahun berikutnya mugkin bisa ditambah lagi. Kita akui anggaran yang dibutuhkan cukup besar, tapi tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan jalan itu bisa lebih baik lagi”, terangnya.

Umar Samiun menilai, sebenarnya banyak persoalan yang dialami kabupaten Buton, selain persoalan infrastruktur jalan, listrik juga merupakan persoalan yang cukup rumit. Apalagi masih banyak wilayah-wilayah kecamatan yang belum menikamti listrik. “Misalnya Kecamatan Batuatas. Ini adalah daerah yang sukar dijangkau, dan ini harusnya mendapatkan perhatian pemerintah. Di Batuatas itu hanya persoalan lumpuhnya infrastruktur seperti listrik tidak mesti harus bergantung pada PLN. Peran serta pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan utamanya menyangkut anggaran. “PLN mengalami defisit anggaran, jadi saya yakin perhatian PLN akan lebih berkurang. Tapi kalau pemerintah daerah serius, banyak hal yang bisa ditawarkan kepada PLN. Mungkin bisa saja shering antara Pemkab dan PLN. Misalnya Pemkab membantu pengadaan jaringan listrik dan mesin genset, mungkin teknis operasionalnya bisa dilakukan PLN. Ini yang belum dilakukan”, harapnya.

Umar Samiun berkeyakinan, jika persoalan listrik di Batuatas bisa segera diatasi, dia yakin Batuatas akan lebih cepat maju seperti daerah-daerah lainnya. Apalagi dengan sektor perikanannya yang cukup handal. “Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita bisa memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan listrik. Sehingga dengan itu masyarakat bisa lebih kreatif untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kemandirian ini yang kita harapkan, sehingga masyarakat tidak punya ketergantungan terhadap bantuan-bantuan pusat”, ujarnya. *R3/B/LEX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: