Alebo Akan Dijadikan Desa Agrowisata

Kendari Ekspres, Kampus Ekspres 2010-10-18 / Halaman 11

Desa Alebo Kabupaten konawe Selatan yang selama ini merupakan salah satu daerah penghasil buah dan sayuran yang menyuplai kebutuhan sayur dan buah di Kota Kendari, ibukota Provinsi Sultra sehingga tinggal dibutuhkan sentuhan partisipasi dari pemerintah untuk dikemas menjadi desa agrowisata.

Hal itu dikatakan Prof Andi Bahrun saat menerima kunjungan lapang kelompok tani Desa Alebo (14/10), yang dipimpin langsung Kepala Desa Alebo Abdul manaf didampingi Penyuluh Pertanian Desa Alebo, Sampun, di lokasi kawasan pemelitian pengembangan tanaman komoditi kedelai Fakultas Pertanian Unhalu bekerjasama DP2M Diktui, menerapkan Iptek tentang aplikasi teknik pengairan separuh daerah akar untuk meningkatkan produktifitas kedelai di lahan kering.

Menurut guru besar yang memiliki spesifikasi kepakaran dalam pemanfaatan pertanian lahan kering ini, Alebo sekitarnya mendapat dukungan dari pemerintah daerah, sangat cocok untuk dijadikan sebagai desa agrowisata. Karena di desa itu sudah memiliki embrio atau dasar sebagai desa penghasil sayuran dan buah yang didukung dengan kemampuan SDM petani yang sudah memenuhi standar, serta penyuluh pertaniannya yang begitu aktif mendampingi para petani.

“Jadi desa ini tinggal dipoles dengan penerapan teknologi sehingga produktifitas buah dan sayuran di desa itu tidak terputus, selama 12 bulan dalam setahun tetap panen jagung, sayur dan buah-buahan lainnya”, jelas Andi Bahrun.

Salah satu solusinya adalah, menerapkan Iptek tentang aplikasi teknik pengairan separuh daerah akar untuk meningkatkan produktifitas tanaman buah dan sayuran di desa itu. Dengan memenfaatkan sumber pengairan sisitem embung atau pembuatan tangkapan air pada saat musim kemarau.

Dengan pola ini petani tidak pernah berhenti produksi karena dimusim hujan atau musim panaspun mereka tetap bercocok tanam.

Berbicara soal hasil produksi, menanam dimusim panas produktifitas petani justru lebih tinggiketimbang dimusim penghujan. Karena kecenderungan serangan hama lebih tinggi di musim hujan dibandingkan ddi musim panas. Sebab hama lebih senang berkembang biak di daerah basah atau lembab.

berdasarkan hasil uji coba penelitian pada tanaman jenis kedelai menggunakan teknologi pengairan setengah akar yang ditanam di musim panas pada lahan luas 1 hekter dengan bibit kedelai 30-40 kg mampu menghasilkan produktifitas diatas 2 ton/hekter.

Untuk menyukseskan impiannya itu, Andi Bahrun akan membicarakan potensi ini dengan pemerintah daerah Provinsi Sultra dan pemerintah daerah Kabupaten konawe Selatanm.

Sebab, kalau hal ini bisa terwujudkan maka merupakan salah satu aset atau potensi sumber penghasilan PAD yang cukup besar. karena salah satu aset atau potansi sumber penghasilan PAD yang cukup besar. karena selain para pengunjung memiliki sayuran dan buah dari para petani, yang dapat dipetik langsung sendiri dari kebun, baru masuk pun per pengunjung sudah dikenakan pembayaran retribusi masuk.

“Bagi para petani memetik buah langsung di pohon hal itu biasa, tapi bagi orang kota memetik langsung sayuran dan buah di pohon itu luar biasa, karena disana memiliki seni atau nilai wisata tersendiri. Sehingga untuk membayar mahal pun pasti mau, karena mereka tidak terbiasa dengan suasana seperti itu, dapat memetik buah dan sayuran yang mereka sukai langsung di pohonnya. *HUM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: