Terisolir, Petani Lalembuu Terus Merugi

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-10-11 / Halaman 6

Jika hujan terus mengguyur wilayah Konsel hingga sepekan ke depan, maka dipastikan sejumlah zona di daerah kendali H. Imran itu akan kian terisolasi. Penyebabnya, akses transportasi semakin rusak akibat genangan air hingga menyebabkan kendaraan roda dua dan empat tak dapat lagi melaluinya. Salah satu ruas yang kondisinya paling parah adalah di Kecamatan Lalembuu. Kerusakan jalan dan jembatan tersebut semakin meresahkan warga setempat. Padahal, sebagai daerah penghasil jeruk terbesar, petani di distrik pimpinan Andi Baso Ali tersebut harus terus memobilisasi hasil pertanian dan perkebunan mereka di pasaran.

Pemerintah Kabupaten Konsel melalui Dinas PU dan Tata Ruang telah berusaha maksimal untuk melakukan pengerukan lumpur untuk selanjutnya ditimbun dengan kerikil. Hanya saja usaha itu belum maksimal akibat curah hujan yang tak henti. ” Hasil panen jeruk yang akan dipasarkan di Kendari termasuk ke Surabaya tidak bisa terangkut karena tidak ada kendaraan yang berani masuk mengambil hasil panen Kami. Kondisi jalan semakin rusak, berlumpur dan berkubang,” keluh Sartono, seorang petani jeruk dari Kecamatan Lalembuu yang ditemui, kemarin.

Ia merinci, kerugian yang dialami para petani dan penghasil jeruk di seluruh Kecamatan Lalembuu dalam setiap hari mencapai jutaan rupiah. Jeruk yang dapat dipetik dalam tiap harinya juga terhitung hingga mencapai puluhan ton. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU dan Tata Ruang Konsel, Ainal Ma’ruf yang ditemui terpisah membenarkan bila kondisi jalan pada beberapa kecamatan di Konsel mengalami rusak berat. Bahkan bila hujan terus menerus turun dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut tak dapat lagi dilalui kendaraan. ” Kami sudah berupaya maksimal memperbaiki beberapa ruas jalan dari Kecamatan Andoolo ke Lalembuu. Alat berat Dinas PU bahkan masih ada di Kecamatan Lalembuu untuk melakukan perbaikan jalan. Hanya saja kondisi hujan yang belum reda membuat jalan yang diperbaiki juga ikut rusak. Untuk jalur dari Desa Lapoa ke Lalembuu yang juga rusak berat, memang belum mendapat penanganan,” akunya. (era/cok)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: