Terobosan Taman Laut Kima Pertama

Kendari Ekspres, Kota Kendari, 2010-10-08 / Halaman 9

“Dari tujuh ekspedisi tersebut, kami semakin yakin bahwa target kami dapat tercapai karena potensi aneka boita laut tersebut, baik kima raksasa berukuran minimal 100 cm, aneka ikan hias, kerang-kerangan dan bebatuan indah dasar laut, masih kami temukan”, papar Irwan. “Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan mengadakan perjalanan sekitar 10 hari ke tengah samudera antara Sulteng, Ambon, dan Maluku, Untuk mengangkut sekitar 15 ekor kima raksasa”, ungkap Jibran.

“Jika hal ini terlaksana, maka kawasan ini akan menjadi Taman Laut Kima Pertama di Indonesia yang terpadu dengan aneka biota laut lainnya, dan juga akan mendapat catatan tersendiri sebagai tempat konservasi kima raksasa (Giamt Clamps) terbanyak di Indonesia”, urainya.

Dari data yang mereka peroleh, di Indonesia, kima terbesar dengan berukuran 1,8 meter (1 ekor) berada dikawasan Teluk Cendrawasih , Papua dan kima reksasa berukuran lebih dari 2 m (1 ekor dan belum diketahui ukurannya pastinya) berada di Taman Laut Wakatobi, Sultra, sedang kima raksasa berukuran 1,5 m )3 ekor) berada di Taman Laut Bunaken, Manado.

Belum Mendapat Tanggapan Pemerintah

Dikesempatan terpisah, Yudianto “Benggele” yusuf dan Nu’man Attamimi, dua anggota tim konservasi taman laut kima ini, mengungkapkan jika mereka telah melakukan pendekatan dan permintaan partisipasi kepada pemerintah, khususnya ke Dinas Pendidikan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Coremap II serta Dinas Pariwisata Provinsi Sultra, namun hasilnya tidak menggembirakan.

“Kami sedikit heran dengan kenyataan ini. Apalagi alasan penolakan adalah karena kegiatan kami tidak ada dalam anggaran”, ujar Yus, demikian sapaan akrab Yusdianto “Benggele” Yusuf.

“Masyarakat awam di Toli-toli saja mau berbuat dan berjuang untuk memikirkan kelangsungan pendidikan generasi sekarang dan yang akan datang, dengan uang pribadi mereka. Begitupun dengan pelestarian alam, khususnya lautan dan isinya. Kok pemerintahnya malah berkata begitu ? Padahal kita semua tahu bahwa baik APBN maupun APBD memiliki anggaran seperti kegiatan kami ini ?” ujarnya. “Ini kegiatan yang sangat ironis”, tegasnya.

“Yang memberikan lampu hijau hanya Dinas Pariwisata Provinsi Sultra”, lanjutnya. Mereka cukup antusias dengan program ini dan berjanji akan berusaha mencarikan jalan agar program kami mendapatkan dukungan, tambahnya. Apalagi Pemprov Sultra sedang berjuang agar Sultra dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia, tambah Yus. Kalau tudak salah, Pemprov Sultra sedang berusaha untuk menggegerkan negeri ini dengan program Wow !! Sultra, artinya, di Sultra mesti ada sesuatu yang membuat orang kagum dan berkata Wow !! terhadap Sultra.

“Dan Taman Laut Kima ini adalah sesuatu yang Wow !! Paling tidak, belum ada taman laut di Indonesia yang memiliki ribuan kima, dan jika kami mampu mengangkat puluhan ekor kima raksasa ke kawasan konservasi taman laut ini, maka hampir dipastikan kalau hanya Sultra yang memiliki ini di Indonesia, bahkan mungkin di dunia”, paparnya.

Maka dengan program mereka, Nu’man Attamimi merasa sayang jika pemerintah tidak memberikan respon positif. “Saya kira adalah tindakan yang keliru jika pemerintah tidak mendukung program ini” tanggapnya, karena muara akhir dari semua ini adalah untuk kepentingan kemajuan daerah dan masyarakatnya, serta untuk prestasi daerah di tingkat nasional.***

One Response

  1. mendukung sekali dan sepakat kalo diberi nama taman laut kima terbesar didunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: