Konsumsi Rokok Perburuk Kemiskinan

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-10-08 / Halaman 13

Konsumsi tembakau, terutama rokok, memperburuk kemiskinan. Hal ini harus menjadi kekhawatiran, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia—pengonsumsi rokok ketiga terbesar di dunia setelah China dan India.

”Negara berkembang di satu sisi berusaha mengurangi kemiskinan dengan memperbesar investasi pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menghadapi adiksi tembakau,” ujar Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan sebagai pembicara utama dalam Asia Pacific Conference on Tobacco or Health (APACT) di Sydney, Australia, Kamis (7/10), yang berlangsung 6-9 Oktober 2010.

Surin mengungkapkan, ”Dana tembakau dapat dialihkan untuk pendidikan, rumah, dan kebutuhan pokok. Generasi berikut akan lebih baik dan kita menyelesaikan masalah kemiskinan.” Kendala mengendalikan tembakau karena ada adiksi di kalangan pengguna dan resistensi industri. Menurut dia, keberhasilan ditentukan komitmen politik pemimpin dan komunikasi ke masyarakat agar paham pentingnya pengendalian tembakau.

Di India, Rijo M John, PhD dari American Cancer Society, AS, mengatakan, konsumsi tembakau meningkatkan angka kemiskinan 1,6 persen di desa dan 0,8 persen di kota—menambah sekitar 15 juta orang miskin di India. Dari penelitian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, menurut Abdillah Ahsan, ”Uang untuk rokok sembilan kali pengeluaran pendidikan dan 15 kali pengeluaran kesehatan.” (Indira Permanasari dari Sydney)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: