DPRD Diminta Pro Aktif

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-10-08 / Halaman 9

Sebagai bentuk tindaklanjut terhadap hasil kajian tim terpadu revisi Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), subtansi kehutanan Sultra. Maka NGO pemerhati lingkungan yang tersambung dalam forum Tata Ruang Sultra, beberapa waktu lalu melaksanakan workshop rencana strategis advokasi forum tata ruang Sultra, pada salah satu hotel di Kendari.

“Maksud workshop ini yaitu untuk menindaklanjuti kerja tim terpadu tata ruang pemerintah, hubungannya dengan merevisi SK 454 tentang luas daratan dan laut di Sultra. Forum Tata Ruang mencoba mendesign respon hasil kerja tim terpadu, paling tidak kami dapat mengetahui kerja tim, sembari cross cek kertas posisi kami apa telah tercover dalam revisi RTRW tersebut”, terang koordinator Forum Tata Ruang Sultra, Hartono.

Ketua Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra ini juga mengungkapkan karena bukan bagian dari tim, maka pihaknya mencoba mendorong dan mengkritisi kerja tim, dalam upaya memberikan kajian perspektif tentang unsur yang perlu direvisi.

“Ini penting kami lakukan mengingat kerja tim terpadu telah selesai dan akan diplenokan. Selanjutnya akan didorong ke tingkat DPR RI khususnya komisi IV, untuk mendapatkan persetujuan menteri”, lanjutnya.

Mengenai tahap disusunnya revisi RTRW, menurutnya dari awal terdapat penyimpangan, yaitu data seharusnya dari kabupaten. Karena itu pihaknya memberikan catatan pada daerah yang akan direvisi RTRW substansi kehutanannya, mengingat kebanyakan dari areal yang akan direvisi telah terjadi aktivitas pertambangan.

“Rencananya kertas posisi akan kami perbaiki, dengan tambahan kajian gender dan perspektif pesisir kelautan. Selain itu, hasilnya harus dupublish karena berhubungan dengan ruang hidup masyarakat, yang karena akan direvisi tentunya ada perubahan sehingga pastinya ada dampaknya, jika tidak dipublish terindikasi ada permainan didalamnya”, jelasnya.

Selain itu katanya, DPRD Sultra juga harus memanggil tim terpadu untuk menjelaskan ke publik, karena konsekuensinya menggunakan APBD Rp 2 miliar. “Harusnya DPRD pro aktif mengawal revisi RTRW ini, mengingat selain telah finalnya kerja tim terpadu, sampai dengan hari ini respon DPRD akan hal tersebut belum terdengar gaungnya”, tegasnya. (cr6)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: