Mereka Tidak Lagi Jaya di Lautan…

Kompas, Metropolitan 2010-10-06 / Halaman 27

sekelompok nelayan sedang bermain biliar di perkampungan nelayan di tepi muara Kanal Banjir Timur, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Walau terlihat asyik, mata mereka menyiratkan kekosongan.

Bagi mereka, bermain biliar adalah pelarian sekaligus pengisi waktu luang yang berkepanjangan karena mereka tidak kunjung bisa melaut.

”Sekarang apa saja dilakukan nelayan. Mereka tidak bisa melaut karena macam-macam alasan,” kata Suaeb Mahbub, salah seorang nelayan yang tinggal di Marunda Pulo.

Menurut Suaeb, sekarang nelayan tidak lagi bisa mengandalkan hidupnya dari laut. ”Kalau sekarang, melaut tidak ada untungnya lagi. Sekali melaut dibutuhkan biaya Rp 150.000 untuk menginap satu malam, sementara penghasilannya cuma Rp 50.000. Jadi, kami nombok Rp 100.000,” kata Suaeb.

Beberapa nelayan sudah mulai mencari pekerjaan lain. Namun, hal itu tidak mudah, mengingat sejak lahir satu- satunya pekerjaan yang mereka kenal adalah menjadi nelayan. Orangtua mereka juga nelayan.

Akan tetapi, karena kondisi yang mendesak, akhirnya kini sedikit demi sedikit nelayan menanggalkan jaring dan kapalnya. Mereka berganti pekerjaan, dengan patokan yang penting keluarga bisa makan. Para nelayan itu ada yang menjadi pemulung sampah laut, kuli bangunan, atau tukang becak.

Istiqlaliyah Muflikhati, pengajar Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Institut Pertanian Bogor, mengungkapkan, dengan banyaknya kesulitan yang dihadapi nelayan, pendapatan per kapita nelayan kini rata-rata hanya Rp 210.000 per bulan. Dengan pendapatan seperti itu, nelayan merupakan kelompok masyarakat yang dianggap miskin. ”Bahkan, paling miskin di antara penduduk miskin,” kata Istiqlaliyah (Kompas, 4/10).

Arie, seorang nelayan di Marunda, mengatakan, kini dia beralih pekerjaan menjadi kuli kasar atau juru parkir di pantai pada hari libur. Meski hasil yang didapat tidak mencukupi, yakni Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari. Pekerjaan sambilan ini harus ia lakoni guna memberikan nafkah bagi keluarganya.

Berbeda saat menjadi nelayan tangkap atau sero, penghasilan Arie bisa mencapai Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari. ”Belum lagi jika ternak ikan atau kerang di sero mulai panen, penghasilan jadi lumayan,” kata Arie.

Dengan kesulitan yang makin mengimpit itu, pada Minggu (3/10), ratusan nelayan Marunda berkumpul di Aula Nelayan RT 03/07 Kelurahan Marunda. Mereka mengeluhkan kondisi ekonomi kepada RT dan RW setempat. Para nelayan merasa belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk membantu mereka mengatasi kesulitan akhir-akhir ini.

Pran (50), seorang nelayan, mengatakan, ”Kami ini lahir dari kehidupan nelayan, pekerjaan hanya bisa melaut cari ikan. Kalau nasib kami dibiarkan seperti ini, mau dikasih makan apa keluarga kami,” ujar dia.

Kegelisahan para nelayan semakin bertambah ketika mendengar kabar bahwa Pertamina akan mengurangi jatah solar mereka pada Desember nanti. Seperti di stasiun pengisian solar di Cilincing, yang setiap bulan belum mencukupi kebutuhan nelayan, katanya akan dikurangi pasokannya.

”Di pom bensin itu ada empat tangki. Tiap tangki berisi 16.000 liter, yang diisi tiap bulan. Dengan pasokan sebesar itu saja hanya cukup untuk dua minggu. Dua minggu berikutnya, tidak ada solar lagi. Kami pun tidak bisa melaut,” kata dia.

Minimnya pasokan bahan bakar ini membuat nelayan tidak bisa mencari ikan jauh ke tengah laut. Padahal, di tepian, sudah tidak ada ikan akibat polusi yang sangat berat dari sungai-sungai yang ada.

Masalah kurangnya bahan bakar ini juga dihadapi nelayan di Muara Angke dan Muara Baru. Jika Pertamina jadi mengurangi pasokan solarnya, lengkap sudah penderitaan nelayan di Teluk Jakarta.

Aman Bogor, Ketua RW 07, dan Usman, Ketua RT 03/07 Marunda, bersama para ketua kelompok nelayan hanya pasrah mendengar unek-unek dan keluhan para nelayan. Ternyata di negara maritim ini nelayan tidak lagi jaya di laut. (M Clara Wresti)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: