Korban Longsor Belum Dicari

Kompas, Nusantara 2010-10-06 / Halaman 22

Korban longsor di lokasi tambang emas milik perusahaan tambang swasta di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Manggamat, Kabupaten Aceh Selatan, Nanggroe Aceh Darussalam, hingga Selasa (5/10) petang belum dicari. Warga sekitar tidak merasa kehilangan.

Pihak berwenang belum mendapatkan informasi adanya tambahan korban dari pemerintah daerah setempat. Kepala Mukim (kawasan adat) Kluet Tengah Bintara Yacob, yang dihubungi dari Banda Aceh, Selasa, menyebutkan, di sekitar lokasi terjadi longsor terdapat dua sepeda motor. Diduga sepeda motor itu milik rekan dari dua korban yang sebelumnya berhasil dievakuasi warga dari longsoran.

”Saya menduga masih ada korban di dalam longsoran itu. Kendaraan yang ditinggal pemiliknya itu yang memperkuat dugaan saya,” kata Yacob.

Ia menerangkan, pengakuan dari beberapa warga desa yang berada di bawah kemukimannya tidak ada satu pun yang merasa kehilangan anggota keluarga. Fakta itu kuat karena dua orang yang tertimbun longsoran tanah bukan merupakan warga yang tinggal di mukim tersebut.

Sebelumnya, satu orang warga, yaitu Syafruddin (25), warga Desa Paya Ateuk, Kecamatan Manggamat, tewas tertimbun longsor di lokasi penggalian emas milik perusahaan pertambangan swasta. Rekannya, Haris (30), warga Desa Panton Bili-Simpang Tiga, Manggamat, patah di bagian paha kanan (Kompas, 5/10).

Yacob memperkirakan, setidaknya ada tiga orang hingga empat orang lagi yang berada di bawah longsoran. Namun, warga tidak mencari karena tidak ada satu warga pun dari desa atau mukim yang sama hilang.

Kepala Kepolisian Sektor Kluet Tengah Inspektur Satu M Nasir mengatakan, polisi belum menerima laporan kehilangan keluarga. Anggotanya pun belum sempat meminta keterangan Haris, korban longsor yang selamat, karena masih dirawat.

Banjir surut

Sementara itu, banjir yang melanda lima kecamatan di Aceh Selatan kemarin surut. Tasmir, Mukim Betong, Bakongan, ketika dihubungi mengatakan, ketinggian air berkurang. ”Mungkin sekitar 1 meter hingga 1,5 meter. Warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan membersihkan rumah,” ujarnya.

Warga mulai mencari bahan makanan ke kota Kecamatan Bakongan, yang berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi banjir.

Di Nagan Raya, tim pencari dan penyelamat sektor pantai barat dan selatan Nanggroe Aceh Darussalam memutuskan untuk menghentikan pencarian dua korban perahu yang terbalik.

T Daan, koordinator Tim SAR Pantai Barat dan Selatan, mengatakan, dua korban, yaitu Syaiful (45) dan Giok (12), belum ditemukan setelah empat hari pencarian. (mhd)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: