hutan Lambusango, Kantong Keragaman Hayati di Buton

Kendari Ekspres, Buton Raya 2010-10-06 / Halaman 16

hutan Lambusango yang terletak di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), adalah salah satu kawasan hutan yang memiliki keragaman hayati cukup tinggi. Menurut data Operation Wallacea Trust, di hutan ini terdapat sekitar 146 spesies burung, atau 40 persen adalah endemik khas Sulawesi.

Di kawasan hutan yang mewakili daerah hutan di zona Wallacea pada umumnya terdapat berbagai jenis hewan, antara lain, anoa, kus-kus, tarassus, burung enggang/halo/rangkong dan masih bahyak lagi hewan lainnya yang ditemukan belum tercatat.

Keragaman hayati semakin lengkap dengan koleksi beragam jenis tumbuhan yang ada di dalamnya termasuk berbagai jenis tumbuhan yang ada di dalamnya termasuk beragai jenis tumbuhan endemik di Buton.

Menurut Direktur Operation Wallacea Trust, Dr Edi Purwanto, kawasan hutan tersebut memiliki keanekaragaman hanyati yang tinggi, sehingga menjadi daya tarik wisatawan ilmiah, utamanya penggemar maupun pengamat burung.

Secara umum kondisi hutan Lambusago yang masih terwat dengan dengan baik menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu bagian dari paru-paru dunia sehingga minat wisatawan asing untuk datang melakukan penelitian setiap tahunnya terus meningkat.

Jumlah wistawan asing yang datang, selain untuk menikmati kondisi alam hutan juga melakukan penelitian, mencapai 300-500 orang setiap tahunnya. Pada bulan juli, Agustus dan September setiap tahunnya wistwan asing mulai berdatangan ke Lambusango, tambahnya.

Kondisi hutan Lambusango bagian bawahnya adlah batuan kapur yang tanahnya tipis dan menyulitkan pertumbuhan akar tanaman atau kuarang subur, menyebabkan daerah tersebut menjadi sasaran pencurian kayu atau tempat pembukaan lahan pemukiman baru.

Hutan diapit oleh 53 desa tersebut sewaktu-waktu dapat dimasuki oleh oknum tertentu untuk menebangi pohon-pohon yang ada, sehingga dapat mengancam aneka satwa yang ada di dalamnya serta merusak kelestarian alam.

Banyak ancaman yang dapat merusak hutan tersebut seperti program transmigrasi, tambang maupun perambahan hutan sehingga jika hutan tersebut tidak di jaga bersama maka, sumber air akan mati dan butuh waktu yang sangat lama untuk mengembalikannya seperti sekarang ini.

Ancaman perambahan hutan terjadi karena kurangnya lahan subur yang dapat dijadikan lahan pertanian maupun perkebunan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga akan mengandalkan hasil hutan, tambahnya.

Dalam menjaga kelestarian hutan ini, Operation Wallacea Trust menggalang kerjasama baik dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, pihak kepolisian dan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Buton juga sangat memberikan apresiasi dan dukungan dalam rangka pemeliharaan Hutan Lambusango dan sekitarnya yang saat ini menghadapi berbgai macam ancaman.

Sekertaris Daerah Kabupaten Buton , LM Djafir SH MSi menyatakan, Pemkab buton menerapkan kebijakan dalam mendukung upaya pelestarian Hutan Labusango melakukan kerjasama dengan Operation Wallacea dalam bentuk program konservasi Hutan Lambusango (PKHL) yang telah memberikan semangat pelestarian Hutan Lambusango.

Bentuk kerjasama tersebut antara lain, terbentuknya forum Kemasyarakatan Labusango (FHKL) sebagai mitra pemerintah yang berperan aktif dalam memperkuat kebijakan penatakelolaan hutan membangun pengamanan hutan berbasis msyarakat. *LEX

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: