1.800 Pohon di Jakarta Rawan Tumbang

Kompas, Metropolitan 2010-10-06 / Halaman 27

Pohon tumbang masih menjadi ancaman bagi warga Jakarta. Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Catharina Suryowati, Selasa (5/10), mengatakan, dari 6.000 pohon yang diteliti di seluruh Jakarta, terdapat 1.800 pohon yang rawan tumbang.

”Pohon-pohon itu ada yang keropos, akarnya terpotong, miring, sakit, atau mati. Sebagian besar pohon rawan tumbang itu adalah dari jenis angsana,” kata Catharina, Selasa.

Berdasarkan data Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta hingga tahun 2009, secara umum tercatat masih 30-40 persen dari 5 juta tegakan pohon di seluruh Jakarta atau 1,5 juta-2 juta pohon berpotensi tumbang. Sebanyak 10-15 persen di antaranya dinyatakan rawan tumbang, terlebih jika diterpa angin kencang yang terjadi saat hujan deras mengguyur.

Untuk mengantisipasi dahan pohon yang patah dan pohon tumbang, Catharina mengatakan, pihaknya terus mengefektifkan penopingan (perampingan) pohon-pohon yang dinilai berbahaya. Sejak Januari, sudah terdapat lebih dari 7.000 pohon yang ditoping di seluruh Jakarta.

Pohon-pohon yang rawan tumbang akan segera ditebang dan diganti pohon yang lebih kuat. Pohon yang diprioritaskan untuk ditanam adalah mahoni, tanjung, glodogan, dan trembesi.

Sementara di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, saat ini masih ada sekitar 7.300 pohon yang rawan tumbang. Sebanyak 6.195 di antaranya ada di Jakarta Pusat.

Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi mengatakan, pihaknya telah melakukan perampingan dahan ataupun daun pohon sejak awal tahun ini. Di Jalan Ciledug Raya antara Kebayoran Lama hingga perbatasan dengan Kota Tangerang, perampingan atau penopingan pohon cukup berhasil. Terbukti setelah berkali-kali hujan lebat, tidak terjadi lagi pohon tumbang atau patahan dahan dan daun yang berserak menghambat lalu lintas.

Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat Nuraida Lievayanti mengatakan, pohon yang rawan tumbang umumnya yang berumur lebih dari 20 tahun dan berdiameter besar. Pohon yang tumbang di Jalan Surabaya, Kecamatan Menteng, Senin (4/10), berdiameter sekitar 60 sentimeter.

Dia mengaku kesulitan memprediksi pohon yang bakal tumbang. Apalagi, lokasi pohon yang rawan tumbang itu tersebar di sejumlah titik. Di Kecamatan Gambir saja ada 82 lokasi rawan pohon tumbang. Padahal, masih ada tiga kawasan lain yang rawan pohon tumbang.

Di sisi lain, penebangan pohon juga tidak bisa dilakukan sembarangan karena keberadaan pohon di jalan umum itu diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2008 tentang ketertiban umum. Pohon yang keropos harus ditambal dulu untuk memperkuat batang.

Menghadapi ancaman pohon tumbang, Catharina mengatakan, warga yang tertimpa pohon, baik tubuh maupun properti, dapat mengajukan klaim asuransi melalui dinas pertamanan. Pihak asuransi akan meneliti dan memberi kompensasi maksimal Rp 10 juta.

Penghijauan terhambat

Apabila Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadapi ancaman pohon tumbang, Pemprov Banten juga menghadapi masalah terkait pohon, yaitu penghijauan.

Pemprov Banten bersama Perum Perhutani tahun ini bekerja sama membangun hutan rakyat seluas 200 hektar di Banten, dari total 700 hektar yang akan dibangun hingga tahun 2012. Namun, status kawasan lokasi hutan rakyat masih menjadi persoalan yang menghadang program itu.

”Ada persoalan mengenai status kawasan karena kawasan yang dijadikan hutan rakyat ini tidak hanya dimiliki perorangan, tetapi milik banyak orang,” kata Administrator Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan Banten Dicky Yuana Radi di Serang, Banten. (CAS/ECA/ART/NEL)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: