Pemda Dikumpulkan untuk Antisipasi

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-10-05 / Halaman 12

Seluruh pemerintah daerah diharapkan siap menghadapi cuaca ekstrem dan mengantisipasi dampaknya. Untuk menyiapkan antisipasi, Kementerian Dalam Negeri akan mengundang seluruh kepala daerah untuk mendapat data spesifik prakiraan cuaca di masing-masing wilayah.

Hal itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat yang dipimpin Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta, Senin (4/10). Agung menyatakan, rapat bersama seluruh gubernur, bupati, dan wali kota akan digelar bulan ini. Hadir Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

”Kementerian Dalam Negeri akan mengumpulkan para gubernur dan bupati/wali kota untuk menjelaskan data spesifik (cuaca dan iklim) agar para kepala daerah bisa mengantisipasi dampaknya. Misalnya, cuaca ekstrem di laut, (kepala daerah) mengimbau nelayan tidak melaut, pelayaran ditunda. Juga mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk terus berlanjut dan nelayan tidak bisa melaut (lama) sehingga timbul kerawanan pangan,” kata Agung.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sri Woro B Harijono menyatakan, BMKG dengan 179 stasiun cuaca siap memasok data cuaca dan iklim bagi setiap kabupaten/kota.

”Prakiraan hujan berlaku lima hari dan diperbarui setiap hari. Prakiraan gelombang berlaku tujuh hari, juga diperbarui setiap hari. Terkait prakiraan iklim enam bulan mendatang, awal musim hujan di setiap daerah diperkirakan maju hingga 20 hari,” kata Sri. Dia menjelaskan, hujan dan angin ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan penebalan ruang pembentukan awan di lapisan troposphere, dari 13 kilometer menjadi 17 km.

”Ruang yang bertambah tebal itu diisi lebih banyak uap air. Penguapan massa air bertambah karena temperatur air laut di seluruh perairan Indonesia rata-rata naik 0,5 derajat celsius sampai 1 derajat celcius. Itu semua membuat awan yang terbentuk lebih besar dan tebal. Karena awannya lebih tebal dan besar, hujan lebih deras, juga berdurasi lebih lama,” kata Sri.

Kondisi itu diperparah adanya aliran massa air dari Afrika ke Indonesia sampai tahun 2011. ”La Nina akan terjadi sampai Februari 2011. Pemanasan air laut yang menyebabkan massa uap air banyak akan terjadi sampai Januari 2011,” katanya. (ROW)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: