6 Orang Tewas Terseret Banjir

Kompas, Nusantara 2010-10-05 / Halaman 24

Enam warga Wasior, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, tewas terseret banjir bandang yang melanda wilayah itu, Senin (4/10) sekitar pukul 08.30. Tujuh orang lainnya hingga Senin malam belum ditemukan. Dua kabupaten di Aceh juga dilanda banjir yang menewaskan seorang warga.

Enam warga itu tewas akibat terseret arus air yang mengalir deras, bersama gelondongan dan batu-batu dari Pegunungan Wondiwoy. Tiga puluh rumah warga juga hanyut.

Bupati Teluk Wondama Albert Torey mengatakan, tujuh warga hilang dan 30 rumah hanyut. Aparat masih melakukan pencarian korban yang kemungkinan hilang terseret arus.

Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Letnan Kolonel (Infanteri) Susilo, Senin, mengatakan, banjir secara berangsur sudah surut. Korban yang sudah ditemukan saat ini enam orang dalam keadaan tewas. ”Aparat Koramil di Wasior bekerja sama dengan aparat Polres Wondama serta masyarakat memberikan bantuan dan terus mencari korban,” ujarnya.

Susilo menuturkan, tiga warga yang luka berat telah dibawa menggunakan helikopter untuk dirawat di Manokwari.

Hingga Senin malam, ratusan warga yang kehilangan rumah masih mengungsi di tempat-tempat tinggi di perbukitan meski air mulai surut. Tinggi air saat banjir mencapai lebih dari dua meter.

Kepala Bagian Humas Pemkab Teluk Wondama Titi Ningsih Wizer mengatakan, Minggu hingga Senin dini hari Wasior dilanda hujan. Saat Subuh, tiba-tiba air sungai meluap hingga ke permukiman penduduk dan pasar. ”Rumah dari kayu hancur dan hanyut,” ujarnya.

Banjir di Aceh

Di Nanggroe Aceh Darussalam, hujan yang mengguyur wilayah pantai barat dan selatan provinsi mengakibatkan dua kabupaten, yaitu Aceh Barat dan Aceh Selatan, dilanda banjir. Lebih dari 3.000 warga mencari tempat perlindungan yang aman. Seorang warga Desa Paya Ateuk, Kecamatan Manggamat, Aceh Selatan, Syafruddin (25), tewas tertimbun longsor. Rekannya, Haris (30), warga Desa Panton Bili-Simpang Tiga, Manggamat, patah di bagian paha kanan.

Di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, dua warga Desa Arongan, Kecamatan Kuala, Syaiful (45) dan Giok (12), belum ditemukan setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Krueng Lamie, Tadu Raya, Minggu (3/10) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh Asmadi Syam di Banda Aceh, Senin, mengatakan, sampai Senin petang dua kecamatan yang terparah terlanda banjir di Aceh Barat adalah Woyla Barat dan Woyla Timur. Sementara di Aceh Selatan, lima kecamatan yang dilanda banjir adalah Kluet Tengah, Kluet Selatan, Bakongan, Trumon, dan Pasie Raja.

Pasang di Jateng

Di Jawa Tengah, pasang air laut (rob) melanda sejumlah kawasan di pesisir pantura Jawa Tengah, seperti Kota Semarang, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes, Senin pagi. Selain menggenangi jalan dan permukiman warga, rob atau limpasan air laut ke darat juga masuk ke rumah warga, sejumlah sekolah, dan merusak tambak petani. Rob ini terbesar dalam 10 tahun terakhir.

Di Kota Semarang, rob terjadi di Semarang Utara dengan tinggi genangan hingga 150 sentimeter. Di Tegal, rob terjadi di Kelurahan Muarareja, Mintaragen, Tegalsari, dan Panggung. Di Brebes, rob merendam sekitar 1.040 hektar tambak dan puluhan rumah warga. (ICH/MHD/DEN/WIE)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: