Komitmen Lingkungan Bersih, Ternak Liar Meresahkan

Kendari Ekspres, Kendari Bersih 2010-10-04 / Halaman 8

Semangat kepedulian dan gotong rotong menjadi modal besar menciptakan lingkungan bersih dan sehat. Kesadaran bahwa kebersihan lingkungan tanggung jawab bersama dan memanfaatkan pun dirasakan warga. Begitu pula pemandangan pada warga Kompleks BTN BPN Kelurahan Puuwatu sesuai pemantauan tim kampanye Gerakan Masyarakat Bersih (GEMAR) Harian Kendari Ekspres turun di wialayah tersebut, Minggu (3/10).

Pemandangan antusias warga kompleks ditujukan dengan hadir lebih awal di lokasi titik aksi bersih sekitar Pukul 07.00 Wita pagi. Semula cuaca pada pagi hari sedikit mendung. Namun saat aktivitas bersih-bersih mulai berjalan cuaca berubah menjadi panas sehingga memudahkan warga menjalankan agenda rutin tersebut.

Titik pembersihan dilakukan warga di sepanjang taman kompleks, mulai dari pintu gerbang kompleks berpenduduk 178 kepala keluarga (KK) itu. Kebersamaan diperlihatkan warga baik itu laki-laki maupun wanita dan anak-anak secara sadar terjun langsung membersihkan.

Mereka menggunakan berbagai peralatan kebersihan seperti parang, cangkul, skop dan mesin pemotong rumput. Bahkan, seorang warga secara sukarela menggunakan mobil open kijang miliknya untuk mengangkut samaph. “Terpaksa gunakan mobil itu karena menunggu mobil pengangkut sampah belum tentu datang”, tutur Ketua RT 22, La Munadi.

Sedangkan seorang ibu, Hj Bau mengatakan, partisipasi ibu-ibu kompleks juga tak akalah semangatnya. Mereka pun sering melakukan aksi bersih-bersih semisal membersihkan kawasan masjid. “Di kompleks ini ada tiga dasawisma dan tergabung dalam anggota Majelis ta’lim. Bicara kegiatan berjalan cukup aktif”, ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku problem kebersihan sedikit mendapat masalah melilit. Taitu, banyaknya ternak milik warga berkeliaran di kawasan kompleks perumahan. Beberapa tanaman yang sudah ditata warga baik di kawasan taman maupun di sekitar rumah, justru dimakan kambing maupun sapi. “Kasihan pemilik rumah sudah capek-capek menata bunganya atau membawa bunga di taman, malah dimakan kambing atau sapi”, tutur seorang warga.

Tampaknya taman bunga sepanjang jalur masuk kompleks menjadi titik konsentrasi warga. Namun beberapa titik di sekitar rumah warga juga turut dibersihkan. “Kalau lingkungan kita bersih, bukan orang lain merasakan, tetapi diri kita sendiri”, ujar Camat Puuwatu, Muskam di sela-sela kegiatan bersih-bersih.

Positifnya kegiatan kerja bakti ini, lanjut dia, bisa menjadi wadah komunikasi antar warga dengan pemerintah setempat. Dengan diskusi-diskusi informal tersebut tidak menutup kemungkinan ada masukan bagaimana menata lingkungan warga agar lebih baik. “Kalau dari aspek kesehatan Puuwatu ini sangat mewaspadai namanya wabah Demam Berdaranh. Namun kami tekankan bahwa itu semua bisa diminimalisasi sepanjang kita mau berprilaku hidup sehat”, tuturnya.

Menurut warga, pemerintah kota sebaiknya tegas memberlakukan perda tentang ternak liar karena sangat merugikan warga. “Di kota Makassar itu pemerintah kota sangat tegas menertibkan ternak liar di areal pemukiman”, katanya.

Selain bersih-bersih, secara informal Camat Puuwatu, Muskan melakukan penanaman bibit bunga secara simbolis sebagai pertanda keseriusan warga Kecamatan Puuwatu untuk menciptakan lingkungan bersih dan indah. ****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: