Habis Hujan, Timbullah Macet

Kompas, Metropolitan 2010-10-02 / Halaman 4

Seolah ritual tetap Ibu Kota, setiap usai hujan deras, sejumlah ruas jalan di Jakarta langsung tergenang. Kendaraan terpaksa memperlambat laju dan menghindari jalan yang tergenang. Akibatnya, terjadi kemacetan kendaraan di sekitar jalan yang tergenang itu, Sabtu (2/10).

Dari situs Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, genangan air antara lain terjadi di Jalan Garuda Bintaro Kodam. Tinggi air mencapai 30 sentimeter sepanjang 200 meter ruas jalan.

Genangan muncul pula di depan Plaza Senayan setinggi 5-15 cm. Sejumlah titik di Jalan Palmerah Barat, seperti di depan Kantor Polsek Palmerah dan Pasar Palmerah, juga tergenang air setinggi mata kaki.

Di depan Gandaria City, genangan yang terjadi mencapai 50 cm dan menyebabkan lalu lintas macet.

”Saya melintas di Arteri Pondok Indah dari Terminal Lebak Bulus dan lalu lintas sangat padat,” kata Dwi.

Pascahujan, timbul kemacetan di berbagai ruas jalan Ibu Kota. Salah satu lokasi kemacetan pascahujan ada di Jalan Antasari yang mengarah ke Cilandak. Dari Lenteng Agung menuju Pasar Minggu terpantau padat sekitar pukul 16.00. Kemacetan total dilaporkan terjadi di Jatiwaringin arah Pondok Gede dan Pondok Labu arah RS Fatmawati.

Kemacetan terjadi juga di sejumlah ruas jalan tol. Tol Ampera arah Bintaro sempat padat. Hal serupa terjadi di Tol Kebon Jeruk yang mengarah Jakarta.

Hujan yang sangat deras membuat jarak pandang menjadi pendek. Kondisi ini juga berpengaruh pada lambatnya laju kendaraan.

Dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan dengan intensitas ringan atau sedang berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Jabodetabek pada hari Minggu ini. Hujan terutama terjadi pada siang hingga malam hari.

Pohon tumbang

Hujan deras disertai angin kencang dan petir kemarin juga membuat sejumlah pohon tumbang di berbagai tempat. Salah satu pohon tumbang menimpa warung Copylas di kawasan Joglo, Jakarta Barat.

Pohon tumbang juga terjadi menjelang perlintasan kereta api di Pejompongan, Jakarta Pusat. Pohon tumbang itu menyebabkan arus lalu lintas terhambat karena lajur jalan yang bisa dilewati berkurang.

Kejadian serupa terjadi di Jalan Robusta, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Tol Tomang-Tangerang juga tersendat akibat pohon tumbang yang menutupi sebagian ruas jalan. Parkiran samping Gedung Binus Computer Club, Jalan Kebon Jeruk Raya, Kemanggisan, Jakarta Barat, pun tak luput dari pohon tumbang.

Pohon yang rawan tumbang juga banyak terdapat di Jakarta Pusat. Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat mencatat sedikitnya 6.195 batang pohon rawan tumbang di wilayah itu.

Menurut Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Pusat Nuraida Lievayanti, salah satu penyebab kerawanan itu karena umur pohon banyak yang lebih dari 20 tahun.

Ada tiga kecamatan yang merupakan zona merah atau sangat rawan adanya pohon tumbang. Salah satu kecamatan yang rawan pohon tumbang adalah Kecamatan Gambir. Gambir memiliki 82 lokasi pohon rawan tumbang, antara lain Jalan Sangaji, Jalan Abdul Muis, dan Cideng.

Selain Gambir, lokasi yang rawan pohon tumbang ada di Kecamatan Sawah Besar. Di situ ada 40 lokasi, antara lain Jalan Antara, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Gunung Sahari Raya.

Kondisi rawan pohon tumbang juga berlaku untuk Kecamatan Menteng. Di seputar kecamatan itu terdapat banyak pohon besar yang umumnya berumur tua. (ART/FRO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: