Gagas Pengadaan Mobil Sampah

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-10-04 / Halaman 9

Sebagai kecamatan titik pantau Adipura, Kecamatan Wua-wua senantiasa berupaya untuk memelihara kebersihan lingkungannya. Ini tergambar jelas saat pemaparan camat serta lurah dan RT/RW-nya pada dialog Kendariku Bersih dan Sehat, di Kantor Camat Wua-wua, Sabtu (2/10).

“Kecamatan Wua-wua sangat mendukung program Kendariku Bersih dan Sehat ini. Apalagi saat ini beberapa wilayah di Kecamatan Wua-Wua masuk titik pantau Adipura. Malahan Kecamatan Wua-wua telah mengusulkan pada Musrembang dan penganggaran APBD-P lalu tentang pengadaan mobil pick-up sampah”, ujar Camat Wua-wua, Quraisy Hamzah.

Pengusulan mobil samapah itu dikarenakan, jarangnya petugas kebersiahn mengangkut sampah seperti di Kompleks Perumahan sehingga menimbulakn bau tidak sedap. Begitupun, masih banyak wilayah di Kecamatan Wua-wua, yang tidak dilengkapi tempat pembuangan sementara (TPS) yang dibuat instansi dan program pemerintah tertentu.

“Kami mengusulkan pengadaan mobil pengangkut sampah, sehingga kami dapat memperdayakan masyarakat untuk mengangkut sampah pada TPS. Untuk selanjutnya di buang pada tempat pembuangan sampah yang dapat dijangkau mobil sampah Dinas Kebersihan”, jelasnya.

Lurah Bonggoeya, Iswanto Dongge menambahkan agar kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga terus ditingkatkan. Mengingat selama ini hanya unsur pemerintah seperti kalurahan, kecamatan dan SJPD yang ritun melakukan pembersihan. “Kedepannya dapat dilakukan kerja bakti massal setiap kelurahan. Ini perlu dilakukan agar tidak ada kecemburuan dari masyarakat, yang senantiasa melakukan kerja bakti. Selain itu dengan turut bekerja bakti membersihkan lingkungan. Kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan diharapkan akan semakin meningkat”, tambah Iswanto.

Sementara itu, Ismail, salah seorang warga Kecamatan Wua-wua yang hadir dalam dialog tersebut, memberikan saran agar kedepannya secara serupa dapat juga dihadiri para imam mesjid dan tokoh masyarakat, serta dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah.

“Pemberian pemahaman sejak dini sangat penting dilakukan. Lagi pula kedepannya para siswa tersebut dapat menjadi aset daerah, dalam menjaga kebersihan lingkungan”, saran Ismail.

Dalam dialog Kendari Bersih dan Sehat yang dipandu Manager EO Intermedia Promotion Kendari Pos Rustam, juga terungkap jika upaya pembersihan lingkungan dalam menjaga kesehatan keluarga, sangat mempengaruhi timbulnya penyakit menular misalnya diare.

Kasi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kota Kendari, M. Syarif SKM MKes, menjelaskan diare merupakan penyakit nomor satu dunia yang banyak menimbulkan kematian bayi. Sedangkan di Indonesia penyakit diare menduduki posisi kedua penyebab kematian bayi, setelah penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Salah satu penyakit menular yang banyak menimbulkan kematian, khususnya pada bayi yaitu diare. Yang mana salah satu penularannya yaitu melalui lalat dan tangan yang kotor”, tutur Syarif dalam dialog tersebut.

Atas hal ini Ketua RW 05 Kelurahan Anawai, Sumanto mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kesehatan warga yang tidak mampu.  “Sehubungan dengan penyakit diare, saya kira ada bantuan pemerintah yaitu pembangunan jamban oleh Dinas Kesehatan.  Serta pembuatan TPS lengkap dengan penutupnya agar tidak dihinggapi lalat, oleh instansi teknis terkait,” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Syarif menandaskan jika saat ini program pembangunan jamban dan pengadaan air bersih (sumur bor)  menjadi kewenangan Dinas PU, karena terkait pembangunan fisik. “Agar program tersebut tetap ada, kami menyiasati dengan melekatkannya di lomba P2WKSS. Selain itu masyarakat juga dapat mengusulkannya melalui program pemerintah lainnya misalnya PNPM,” tandasnya.

Sebagaimana dialog program Kendariku Bersih dan Sehat yang dilaksanakan pada lima kecamatan lainnya, dan direncanakannya akan berlangsung pada semua kecamatan se-Kota Kendari.

Program yang merupakan hasil kerja sama Pemkot kendari, EO Intermedia Promotion Kendari Pos dan PT Suzuki Sinar Galesong Pratama (SGP) ini, dialog di Kecamatan Wua-wua juga diakhiri dengan pemberian bantuan seperangkat peralatan kebersihan dari PT SGP.  Sesuai jadwal, setelah dialog, keesokan harinya, Minggu (3/10) dilakukan aksi bersih-bersih lingkungan.  Untuk Kecamatan Wua-wua, disepakati dilakukan pada titik pantau Adipura yaitu BTN Latjinta Kelurahan Bonggoeya. (cr6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: