Batu Bara Diprediksi Mendominasi

Kompas, Lingkungan & Kesehatan 2010-10-02 / Halaman 13

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi meluncurkan buku Outlook Energi Indonesia 2010, Jumat (1/10) di Jakarta. Hingga periode 2030 nanti, batu bara diprediksikan mendominasi jenis energi yang dikonsumsi.

”Sampai saat ini harga energi termurah masih batu bara. Diprediksi, hingga 2030 tetap mendominasi,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Marzan Azis Iskandar, dalam peluncuran buku Outlook Energi Indonesia 2010.

Dengan acuan tahun 2008, konsumsi batu bara mencapai 220 juta ton. Diperkirakan 22 tahun kemudian, tahun 2030, angka itu mencapai 517 juta ton.

Prediksi ini berdasarkan perkiraan konsumsi domestik yang menjadi lima kali lipat. Penggunaan untuk listrik pada 2030 diprediksi menjadi 55 persen. Kenaikan harga minyak bumi akan memicu teknologi batu bara cair. Pada tahun itu pula 11 juta ton batu bara bisa diolah menjadi batu bara cair.

Saat ini masyarakat masih dihadapkan pada acuan lain yang berbeda. ”Acuan energi harus diupayakan konvergen. Saat ini beberapa institusi membuat acuan serupa yang hasilnya berbeda-beda karena asumsi yang dipakai juga berbeda,” kata Marzan.

Impor elpiji

Kepala Bidang Perencanaan Energi pada Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Energi BPPT Adhi Dharma Permana mengatakan, impor elpiji diproyeksi meningkat sampai 70 persen dari 60 persen, atau setara 10 juta ton per tahun. Pada 2009- 2030 peningkatan konsumsi elpiji diperkirakan rata-rata 5,4 persen per tahun. Untuk sektor rumah tangga 88,3 persen.

Guna mengantisipasi ketersediaan, pemerintah direkomendasikan untuk tidak memperpanjang kontrak ekspor gas. Selain itu, peningkatan transmisi dan distribusi gas terus didorong.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT Unggul Priyanto mengatakan, Indonesia sangat tertinggal dalam pemanfaatan gas alam seperti metana yang justru dioptimalkan negara-negara maju. Penggunaan elpiji yang terus digenjot mengurangi cadangan minyak fosil kita. ”Elpiji itu perpaduan antara propana dan butana dalam kandungan minyak bumi,” kata Unggul. (NAW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: