Penataan Tata Ruang Sultra Belum Melibatkan Gender

Kendari Ekspres, Kota Kendari 2010-10-01 / Halaman 9

Dalam penataan tata ruang dan revisi tata tata ruang kota Kendari, bahkan se Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2010, belum melibatkan kaum gender atau perempuan. Untuk itu kaum perempuan protes, seharusnya dalam penataan tata ruang di Sultra, harus melibatkan pihak perempuan.

Salah satu contoh, perubahan peruntukan masyarakat Kontu yang ada di Kabupaten Muna, sebelum dijadikan Areal Peruntukan Lain (APL), maka ditempat tersebutuntuk kaum perempuan sebenarnya bisa menghasilkan kreasi seperti tanaman sayuran dan lain-lain, seperti Teluk Lasolo sebelumnya bagi kaum perempuan sangat beruntung seperti bisa membuat perkebunan dan lain-lain.

Hal ini dikatakan Direktur Alpen Anggota Forum RtRW Sultra Salmiah Aryana, saat ditemui jurnalis media ini, Rabu 29/9 di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra Jalan Bunga Tanjung nomor 76 Kendari. Salmiah menghimbau untuk ke depannya agar pentaan ruang khususnya di Kota Kendari, harus melibatkan kaum perempuan dapat berpartisipasi dengan sendirinya tentang penataan tata ruang khususnya di Kota Kendari.

“Saya pribadi ke depannya urusan dengan penataan tata ruang, agar melibatkan langsung kaum perempuan. Jangan hanya laki-laki, karena hak gender sama dengan kaum laki-laki dalam mengeluarkan pendapat”, ujarnya. *P8/B/HEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: