Komitmen Daerah Hambat Program

kompas, Bisnis & Keuangan 2010-10-01 / Halaman 18

Hanya sembilan kabupaten dan kota yang telah memiliki rencana induk pengembangan minapolitan. Padahal, 24 kabupaten dan kota telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. Kondisi ini menghambat pengembangan produksi perikanan budidaya.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Syamsuddin di Jakarta, Kamis (30/9), dalam diskusi ”Evaluasi dan Implementasi Pengembangan Minapolitan”, komitmen daerah melaksanakan minapolitan masih lemah.

”Pemerintah pusat sudah berkomitmen menerapkan minapolitan, tetapi justru daerah tidak siap dan komitmennya lemah,” ujar Syamsuddin. Syamsuddin menjelaskan, kabupaten/kota yang telah memiliki rencana induk (masterplan) minapolitan adalah Kabupaten Kampar dan Bintan di Kepulauan Riau; Serang, Banten; Banyumas, Boyolali, dan Gunung Kidul, Jawa Tengah; Blitar, Jawa Timur; Banjar, Kalimantan Selatan; dan Kapuas, Kalimantan Tengah.

Direktur Prasarana Sri Atmini menjelaskan, persyaratan dasar yang wajib dipenuhi kabupaten/kota minapolitan, antara lain, menyusun masterplan, adanya surat penetapan lokasi minapolitan dari bupati/wali kota, penetapan komoditas unggulan, membentuk kelompok kerja, dan keamanan. ”Jika kabupaten/kota itu tidak memiliki komitmen menyiapkan minapolitan, kami ganti dengan daerah lain yang lebih punya komitmen,” ujar Sri.

Selain lemahnya komitmen daerah, persoalan lain adalah tersendatnya penyaluran paket wirausaha perikanan budidaya. Paket usaha budidaya tahun ini direncanakan Rp 184,4 miliar untuk 273 kabupaten/kota.

Menurut Direktur Usaha Budidaya Tri Hariyanto, belum cairnya dana karena belum ada daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dari Kementerian Keuangan. Penyaluran DIPA semula dijadwalkan September 2010. ”Jika penyaluran DIPA terlambat sampai Desember 2010, kemungkinan paket wirausaha gagal terlaksana tahun ini. Ini bumerang bagi kita,” ujar dia.

Paket wirausaha perikanan budidaya mencakup pembuatan kolam ikan, bantuan benih, dan sarana produksi lain. Komoditas yang potensial dikembangkan adalah rumput laut, lele, patin, bandeng, dan kerapu. (LKT)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: