PT BKM Serobot Lahan Warga

Kendari Ekspres, 2010-09-30 / Halaman 1

Puluhan warga Desa Mowundo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut) meradang. Betapa tidak, puluhan hekter lahan mereka diserobot oleh PT Bumi Konawe Minerina (BKM), salah satu perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Tapunggae, Konut.

“Luas lahan warga yang secara keseluruhan kurang lebih 76 hekter. Tanah itu kini diserobot PT BKM dan dibuatkan jalan diatasnya. Dan perbuatan BKM itu tanpa sepengetahuan saya selaku pemerintah desa dan juga tanpa sepengetahuan warga pemilik lahan”, tutur Kepala Desa (Kades) Mowundo, Hadar saat ditemui jurnalis koran ini di kediamannya di Desa Mowundo, Selasa (28/9).

Menurut Hadar, selama PT BKM beroperasi di Desa Tapunggae sejak tahun 2008 lali, pihak BKM tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. “Kita hanya malakukan pertemuan dengan BKM satu kali di balai (maksudnya balai desa, red), tetapi saat itu hanya disepakati bahwa BKM harus melakukan sosialisasi kepada warga sebelum beroperasi”, ungkap Hadar.

Karena BKM tidak melaksanakan kesepakatan itu;, lanjut Hadar, maka warga Mowundo pernah melakukan demonstrasi menghentikan aktivitas penambangan yang dilakukan BKM sehingga tahun 2009 aktivitas penambangan BKM sempat berhenti beberapa bulan. “Baru-baru ini dia (BKM) masuk lagi dan langsung beroperasi tanpa sepengetahuan warga”, katanya.

Sebelumnya, puluhan warga Mowundo yang ditemui jurnalis koran ini berkeluh kesah bahwa lahan mereka diserobot PT BKM tanpa sepengetahuan mereka selaku pemilik lahan. “Waktu saya masuk 5 (lima) hari lalu, belum ada pembukaan jalan di atas lahan kami. Makanya saya heran, jalan itu kapan dibuka”, keluh salah seorang pemilik lahan, Pihing di kediamannya, Selasa (28/9).

Untuk menghentikan aktivitas PT BKM itu, Pihing dan sejumlah pemilik lahan lainnya hanya membentangkan tali rafia sebagai tanda bahwa pembuatan jalan di atas lahan mereka itu tidak boleh dilanjutkan.

Dari pengamatan langsung jurnalis koran ini di lapangan, lebar jalan yang dibuat PT BKM yang melintasi lahan puluhan warga Mowundo itu kurang lebih 8 meter. Sedangkan penjangnya kurang lebih 1 (satu) kilometer. Indikasi kuat bahwa warga itu dilakukan BKM karena jurnalis koran ini mendapati helm proyek yang bertuliskan BKM.

Sesepuh Desa Mowundo, Madihung mengeluhkan hal yang sama. Selain lahan dia dilintasi jalan tanpa sepengetahuannya, juga mengeluhkan kerugian warga selama perusahaan BKM beroperasi. “Kami sangat dirugikan. Tanah kami dikupas dan di bor sementara kami tidak dapat apa-apa. Diberitahu pun kami tidak”, keluhnya.

Sebetulnya, kata Madihung, masyarakat Mowundo sudah sangat resah dengan aktivitas BKM yang sepihak seperti itu. “Kami ini sebetulnya sudah bisul, tinggal ditusuk meletus. Tetapi alhamdulillah, meskipun hati kami panas, kepala kami masih tetap dingin. Sebab kalau kami bertindak main hakim sendiri, kami yang akan rugi. Tetapi jika pemerintah daerah tidak sefera bertindak menghentikan aksi penyerobotan BKM atas lahan kami,. batas kesabaran kami pasti ada batasnya”, kata pria yang sudah berumur uzur ini.

Pihak PT BKM yang berusaha dikonfirmasi tidak dapat ditemui. kantor PT. BKM yang berada di depan hotel Attaya Kendari nampak tertutup.

Kadis Pertambangan  Konut, Ir Muhardi Mustafa yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui aktivitas BKM itu. “Saya justru berterimah kasih dengan informasi anda itu. Saya akan segera menurunkan tim ke lapangan”, janji Muhardi di saat ditemui di Desa Pasir Putih, Konut, Rabu (29/9).

Selain itu, Muhardi juga menghimbau agar Kades Mowundo segera membuat laporan tertulis ke Dinas Pertambangan  Konut dan ditembuskan kepada Bupati Konut agar pemerintah daerah bisa mengambil tindakan secepatnya. “Tetapi, sebelum surat Pak Kades itu datang, tim saya sudah akan kelapangan”, katanya.

Menurut Mahardi, Pemda Konut memang memberikan izin penambangan kepada sejumlah perusahaan tambang untuk mengankselerasi perekonomian daerah Konut. “Meski izin kami berikan, namun bukan berarti perusahaan seenaknya meninggalkan masyarakat, apalagi menyerobot lahan warga tanpa sepengetahuan pemilik lahan. Jika ada perusahaan tambang yang beroperasi tanpa sepengetahuan pemilik lahan. Jika ada perusahaan tambang yang beroperasi tanpa sosialisasi apalagi menyerobot lahan warga, saya sendiri akan menjasi lawannya”, tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun jurnalis koran ini di Mowundo, pemilik PT BKM ini adalah juga pemilik PT AMI yang beroperasi di Talaga, Buton, yang beberapa waktu lalu ribut dengan warga Talaga harus belasan orang Talaga harus berurusan dengan hukum. *AKU/LEX

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: