Pengelola LIbah PLN, Setor Kompensasi

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-09-29 / Halaman 9

Meski jaksa baru pada tahap lidik kasus limbah PLN Cabang Kendari, tapi tak urung membuat Direktur CV Kajati Alam Perkasa, Hasrim, mulai gusar. Dia pun cepat-cepat memberikan klarifikasi, karena posisinya sebagai penerima limbah milik PLN Cabang Kendari, yang diduga oleh jaksa, tidak sesuai prosedur.

“Ada laporan dari Kejagung, mengenai penyalahgunaan limbah yang terjadi di PLTD Wuawua dan Poasia. Sehingga kami selaku pihak ketiga yang kumpul limbah, dimintai keterangan oleh jaksa sini dan itu sudah 2 kali. Jaksa menduga penyerahan limbah buangan PLN Cabang Kendari, pada kami tidak memenuhi prosedur,” kata Hasrim, kemarin.

Hasrim lalu mengurai, awal mula sampai perusahaannya bekerjasama dengan PLN Cabang Kendari. Tahun 2008 setelah mengantongi izin dari kementerian lingkungan hidup (KLH) sebagai syarat mengelola limbah buangan, Hasrim lalu memulai usahanya tahun itu juga, dengan mengumpul limbah dari PLTD Wuawua dan Poasia. Karena hanya ada 1 perusahaan di Sultra, yang mengantongi izin dari kementerian yakni CV Kajati Alam Perkasa (perusahaannya-red), maka tidak ada proses tender, yang semestinya dilalui.

Limbah tersebut kemudian dikirim CV Kajati Alam Perkasa ke perusahaan pengelola yang punya izin dari KLH. Izin kementerian menjadi semacam “kuasa penuh” bagi CV Kajati Alam Perkasa dalam mengambil limbah PLN. Karenanya, selain mengambil limbah dari PLN Cabang Kendari (PLTD Wuawua dan Poasia), Hasrim juga mengambil limbah PLN Cabang Kolaka, Baubau dan Raha.

Tapi, khusus di PLTD Wuawua dan Poasia, Hasrim bisa mengumpulkan limbah hingga 60 drum perbulan. Bisnis ini sudah berlangsung 2 tahun. Jika 60 drum dikali 24 bulan, maka sudah 1.440 drum yang dikumpulkan perusahaannya. Itu baru di PLTD Wuawua dan Poasia, belum lagi di PLN lain. Bahkan, dalam sebulan Hasrim mengaku,  bisa mengirim limbah tersebut 3 hingga 4 kontainer ke perusahaan pengelola yang punya ijin.

Ternyata, untuk mendapatkan puluhan drum dalam sebulan, Hasrim mengaku, ada kompensasi yang harus dia berikan pada pihak PLN Kendari.
“Penyerahan melalui bentuk kompensasi berupa barang. Kompensasinya tergantung dari keinginan pihak PLN Kendari. Yang penting penyaluran limbahnya sudah benar. Jadi, tidak ada hitung-hitungan rupiah atau untung ruginya disitu. Biasanya 60 drum tiap bulan yang kita angkut dari PLN. Yang kita lakukan selama ini tidak ada proses tender. Karena hanya 1 perusahaan. Katanya limbah dijual ke kami. Padahal, sebenarnya tidak dijual,” jelasnya.

Lalu pada siapa kompensasi tersebut diberikan? Menurut direktur CV Kajati Alam Perkasa itu, di PLN Kendari, manager dan supervisor lingkungan yang bertanggungjawab dalam hal pengelolaan limbah. Makanya, kompensasinya diberikan pada mereka juga.     “Jarang berupa uang, tapi hampir rata-rata untuk kesejahteraan karyawan. Pernah juga kita berikan ke manager, tapi tidak tiap saat. Karena kan tidak etis kalau langsung ke manajernya. Lagipula ada tim pengolahan limbah yang dibentuk PLN Cabang Kendari,” ujarnya.

Hasrim bahkan blak-blakan menyebut nama Sisa Basal dan Paul Kiring di PLTD Wuawua dan Dimas, manager di PLTD Poasia, selaku orang yang sering ia hubungi untuk diberikan kompensasi, agar perolehan limbah dari PLN Kendari lancar ia dapatkan.

Sementara itu, Manager PLN Cabang Kendari, Komang Artana Suyasa, ketika dikonfirmasi, mengatakan, belum bisa memberikan komentar. Alasannya, ia sangat sibuk. “Saya tak bisa komentar. Masih sibuk,” katanya.

Untuk masalah yang kini membawa-bawa nama PLN, Komang meminta wartawan untuk mencari tahu ke kejaksaan. Alasannya, selain PLN Cabang Kendari, ada juga PLN Sektor Kendari. Tapi, sejauh ini, kata dia, belum ada pemeriksaan terhadap stafnya di PLN Cabang Kendari. (dri)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: