Hutan Tongkuno Memprihatinkan

Media Sultra, Daerah 2010-09-29 / Halaman 7

Kawasan hutan jati Tongkuno di Kecamatan Wakuru Kabupaten Muna amat memprihatinkan. Tak kurang dari Bupati Muna, dr Baharuddin, menyesalkan kerusakan hutan itu.

Kayu jati yang dulunya berdiri tegak hampir sepanjang jalan, kini tersisa ranting-ranting kayu yang hanya bisa dijadikan kayu bakar. Anehnya, kawasan hutan ini berhadapan dengan kantor UPTD Dishut Muna. Terkesan dibiarkan oleh para petugas lapangan Dishut Muna, karena sampai detik ini tak satupun para penjarah hutan diamankan.

Dikatakan pak doketer, sapaan akrab dr Baharuddin, hutan jati Tongkuno, Tampo, dan Warangga sudah masuk dalam sertifikasi Nasional. Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin menanam jati, bisa mengambil bibit jati dari kawasan hutan yang telah lulus sertifikasi nasional. Jangan memilih jati dibawah standar alias masih muda.

“Makanya bagi masyarakat yang ingin menanam jati harus mengambil bibit jati di hutan Tongkuno, Tampo, dan Warangga, karena kualitasnya sudah teruji”, ujar Bupati, kemarin (28/9) dihadapan seluruh kades se-Kecamatan Wakuru.

Baharuddin meminta agar kayu-kayu jati yang tersisa dijaga dan dipelihara keleatariannya. Terkhusus Kecamatan Wakuru, jika itu dibiarkan maka jati Muna yang sebagai ikon pastinya hanya tinggal nama saja.

“kayu-kayu jati yang masih terisisa agar dijaga dan ke depannya bisa dijadikan sebagai cagar alam”, tansdasnya. (Cr-7/Ms-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: