Izin Tambang Galian Golongan C Baru Dibahas

Kendari Pos, Metro 2010-09-28 / Halaman 11

Meskipun bukan permasalahan baru di Kota Kendari, tetapi tambang galian golongan C tampaknya menjadi permasalahan yang butuh perhatian serius Pemkot Kendari.  Mengingat jangan sampai peristiwa beberapa waktu lalu, yaitu bencana longsor di kawasan tambang galian golongan C, di Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, yang merenggut korban nyawa.

“Sampai dengan hari ini kami belum pernah mengeluarkan rekomendasi kelayakan lingkungan, untuk aktivitas tambang galian golongan C. Karena Dinas Tata Kota juga belum mengeluarkan keterangan rencana kawasan (KRK), yang merupakan syarat bagi keluarnya rekomendasi kelayakan lingkungan.  Untuk selanjutnya dapat dikeluarkan izin tambangnya oleh Bagian Sumberdaya Alam (SDA) Setda Kota Kendari,” ujar Kabid Tata Lingkungan dan Amdal BLH Kota Kendari, Anwar Sanusi kemarin.

Sementara itu,  Kepala Bagian Administrasi SDA Setda Kota Kendari, Jalaluddin Rum mengungkapkan karena hanya berstatus sebagai bagian maka pihaknya hanya menangani administrasi dan pertimbangan teknis saja. “Karena hanya berstatus sebagai bagian administrasi,  maka fungsi yang kami lakukan, hanya sebatas koordinasi dan pertimbangan teknis saja, bukannya menerbitkan izin pertambangan.  Untuk permasalahan tambang galian golongan C, beberapa waktu lalu kami juga telah mengkoordinsikan agar dilakukan pembicaraan bersama lintas instansi teknis terkait,” ungkapnya.

Kepala Dinas Tata Kota, Perumahan dan Pemukiman Kota Kendari, Andi Adam Pattawari, mengaku belum mengeluarkan izin tambang di areal terjadinya kecelakaan tersebut. “Kami akan perjelas dulu tambang galian golongan C yang dimaksud, lagi pula penerbitan KRK harus dilihat dulu aspek tata ruangnya. Apakah disitu kawasan layak untuk izin tambang galian golongan c atau tidak.  Mengingat kebanyakan lokasi tambang galian golongan C berada pada kawasan bukit, yang tentunya rawan akan bencana banjir dan longsor,” kata Andi Adam.

Mengingat pemberian izin tambang galian golongan C, merupakan kewenangan lintas instansi teknis, maka dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rapat koordinasi.  “Untuk mengclearkan masalah ini, dalam waktu dekat akan segera kami lakukan rapat koordinasi.  Jika para pemilik tambang galian golongan C di kawasan yang dimaksud tidak mengantongi izin, sanksi terberatnya yaitu penghentian aktivitas pertambangan,” pungkasnya.  (cr6)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: