Harus Ada Upaya Antisipasi Iklim

Kompas, Bisnis & Keuangan 2010-09-28 / Halaman 21

Iklim semakin sulit diprediksi. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk mengantisipasi ketidakpastian iklim. Hal itu antara lain dengan melakukan berbagai perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi. Pemerintah daerah juga harus lebih aktif membantu petani.

Menteri Pertanian Suswono menegaskan hal itu di Kendal, Jawa Tengah, Senin (27/9). Dia menjelaskan, awal 2010, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan, pada bulan April hujan berhenti. Namun, hal itu tidak terjadi, dan dikoreksi hujan berakhir bulan Juni 2010.

”Itu dikoreksi lagi. Akhirnya, menyatakan kemarau basah. Tetapi, sekarang sudah tidak kemarau basah lagi karena hujan terus sepanjang tahun,” kata dia.

Tahun depan, situasi iklim bisa terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, kata Suswono,perlu dilakukan antisipasi, antara lain dengan membangun dan merehabilitasi fungsi embung sebagai sarana penyimpan air.

Mulai 2011, pemerintah membangun dan merehabilitasi 5.297 embung atau sarana penyimpanan air.

Dengan membangun dan memperbaiki fungsi embung, kata Suswono, diharapkan dapat menolong petani saat kemarau dan kesulitan air karena ada kantong-kantong penyimpan air.

”Embung akan dibangun satu di setiap kecamatan. Kalau kecamatannya masuk sentra produksi beras diupayakan lebih dari satu,” tutur Suswono. Selain itu, untuk meningkatkan produksi pertanian, tahun 2011 Kementerian Pertanian menganggarkan Rp 4,6 triliun atau hampir tiga kali lipat dari anggaran 2010 untuk sarana produksi serta alat dan mesin produksi pertanian.

Untuk irigasi, misalnya, akan dialokasikan Rp 782,599 miliar, yaitu untuk pembangunan jaringan irigasi tata usaha tani 96.306 ha, jaringan irigasi desa 83.925 ha, tata air mikro 63.760 ha, dan embung 5.297 unit. Selain itu, akan dibangun irigasi tanah dangkal 3.144 unit dan air permukaan 1.463 unit.

Harus lebih aktif

Untuk membantu petani mengantisipasi perubahan iklim, Suswono meminta pemerintah daerah lebih aktif. Hal itu antara lain dapat dilakukan dengan mengalokasikan dana khusus untuk pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD), yang khusus menampung komoditas petani saat harga jatuh.

Bupati Bantul, misalnya, telah mengalokasikan Rp 5 miliar untuk program penyelamatan harga komoditas pertanian, seperti bawang merah. ”Saat harga turun, BUMD membeli dan berebut dengan pedagang. Akhirnya, harga naik dan petani menikmati keuntungan. Pola sama bisa diterapkan,” tutur Suswono.

Kementerian Pertanian, kata Suswono,tengah mengusulkan perlunya asuransi iklim untuk pertanian. ”Sehingga bila petani gagal panen akibat gangguan iklim bisa mendapat ganti rugi,” ujar Mentan.

Menurut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, apabila pemerintah benar-benar berkomitmen menolong petani, pemerintah harus membangun gudang, lantai jemur, dan sarana pengering. Hal itu untuk meningkatkan kualitas panen petani sehingga petani memiliki posisi tawar tinggi.

”Tahun ini kualitas gabah dan beras petani kurang bagus karena dipanen saat hujan. Petani kesulitan mengeringkan sehingga gabah rusak,” kata Bibit.

Di sisi lain, tutur Bibit, petani hendaknya tidak malas memperbaiki infrastruktur pertanian di wilayahnya. Berbagai upaya pemerintah tak akan berarti kalau tidak didukung petani.

”Misalnya, jangan malas memperbaiki jaringan irigasi, jangan menunggu pemerintah. Kalau jaringan irigasi bagus, bisa terhindar dari kebanjiran,” ujar dia.

Sementara para petani di Kabupaten Kendal meminta pemerintah melakukan normalisasi sungai agar saluran buang air irigasi lancar. Petani juga mengharapkan bantuan benih dari pemerintah, mempertimbangkan kebutuhan petani, dan kesesuaian lahan. Petani mengeluhkan penanaman benih padi hibrida gagal akibat serangan penyakit.

Petani juga menyampaikan persoalan lain yang mereka hadapi, yaitu permodalan, baik modal untuk usaha tani maupun usaha agribisnis lainnya. (MAS/GAL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: