Endapan di Bendung Katulampa Dikeruk

Kompas, Metropolitan 2010-09-28 / Halaman 25

Sudah empat hari ini, enam petugas Bendung Ciliwung Katulampa bersama 16 warga setempat melakuan pengerukan material endapan di depan Bendung Ciliwung Katulampa. Mereka bekerja dari pukul 7.30 sampai 16.00. Rencananya pengerukan akan dikerjakan selama 10 hari.

”Ketinggian air di bawah normal. Jadi, aman untuk melakukan pemeliharaan bendung dengan cara mengeruk batu koral pasir dan material lainnya yang mengendap di depan pintu bendung. Sekarang ini tinggi air hanya 30 cm sejak tadi pagi,” kata Andi Sudirman, petugas Bendung Ciliwung Katulampa (BCK) yang memimpin pengerukan bendung, Senin (27/9) sekitar pukul 14.00, ketika hujan turun gerimis.

Menurut Andi, selama tidak ada air atau hujan turun di Puncak, arus dan air di BCK aman. Selama empat hari kerja, relatif tidak ada hujan deras di kawasan Puncak dan Katulampa sehingga pengerukan sedimentasi bendung dapat dilaksanakan dengan baik. Dua puluh orang yang melakukan pengerukan mendapat uang lelah Rp 40.000 per hari yang berasal dari dana pemeliharaan BCK yang dikeluarkan Balai Pendayagunaan Sumber Daya Air Bogor.

Pengerukan harus dilakukan agar air yang datang dari kawasan hulu sedapat dan sebanyak mungkin terkumpul atau terbendung dahulu di BCK untuk mengurangi laju air yang mengalir ke Jakarta. Selain itu, untuk memelihara fungsi bendung dan keindahan bendung itu sendiri.

”Kalau sering hujan begini, BCK cepat dangkal. Air jadi langsung tumpah, terus deh ngalir ke Depok untuk sampai ke Jakarta. Jadi, harus rutin dikuras atau dikeduk sedimentasinya agar tidak kelihatan kumuh. Kalau sudah dikuras, pemandangan BCK jadi tambah indah,” katanya.

Sedimentasi dari dalam bendung itu langsung dibuang ke bawah bendung untuk memperkuat bagian dasar luar bendung dari terpaan air yang terjun dari bendung. Sedimentasi itu berupa batu koral dan pasir, yang menurut Andi tidak ada nilai ekonomisnya.

Sedimentasi yang sudah dikeruk diperkirakan sudah mencapai 50 meter (panjang bendungan) x 20 meter, dengan kedalaman sekitar 80 cm.

”Batu koral kayak begini enggak laku dijual. Kalau ada yang mau, boleh ambil sesukanya, sekalian membantu menguras BCK. Kalau hujan di hulu turun deras lagi, BCK dangkal lagi dengan batu koral dan pasir,” katanya.

Depok

Hujan lebat yang mengguyur Kota Depok dan sekitarnya kemarin membuat ketinggian air Sungai Ciliwung nyaris menyentuh batas normal, yaitu 145 cm dari dasar sungai. Sejak awal September, ketinggian air Sungai Ciliwung di pos pengamatan Depok sudah 17 kali melewati batas normal 150 cm.

”Hampir setiap sore dan malam hari, ketinggian air di Sungai Ciliwung meningkat. Warga sering menghubungi kami meminta informasi ketinggian air,” tutur Syarif (32), petugas pengamat ketinggian air Sungai Ciliwung di Pos Pengamatan Panus, Depok, Jawa Barat, kemarin. (RTS/NDY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: