Kadia, Daerah Rawan Banjir

Kendari Pos, Metro Kendari 2010-09-27 / Halaman 9

Puluhan pegawai lingkup Kecamatan Kadia dan Kelurahan Bende, Jumat (24/9), turun ke jalan melaksanakan aksi bersih kota. Kegiatan itu merupakan bentuk kerjasama antara Pemerintah Kota Kendari dengan Harian Kendari Pos, dalam rangka mewujudkan Kota Kendari Bersih, Asri dan Nyaman. Daerah yang menjadi fokus pembersihan adalah bantaran kali Kadia, yang terletak tepat di tengah-tengah kompleks pertokoan yang selama ini tercemar sampah dan rawan banjir.

Tak hanya staf, camat dan lurah juga turun langsung melakukan aksi pembersihan, dengan menggunakan alat manual yang sederhana. Sekop garpu, sapu lidi dan arco adalah perkakas yang digunakan untuk mengeruk sampah yang mengendap di kali.

Menurut Camat Kadia, Drs Muhadis N, aksi bersih kota sebenarnya tidak terfokus untuk mempertahankan piala Adipura. Tapi, program tersebut, merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk menciptakan kota yang bersih, sehat dan nyaman. Lebih-lebih kota Kendari merupakan daerah yang padat penduduk, sehingga jika tidak ada kepedulian mengenai kebersihan, maka kota ini akan menjadi penghuni sampah yang bisa mengakibatkan berbagai macam masalah, mulai dari banjir hingga penyakit.

“Untuk menciptakan kota yang bersih, bukan hanya pemerintah saja yang harus proaktif, tapi masyarakatpun memiliki peran untuk senantiasa menjaga lingkungan agar terbebas dari sampah. Jika tidak ada kerjasama yang baik antara warga dan pemerintah, maka mustahil kita bisa mempertahankan prestasi sebagai kota yang bersih,” terangnya.

Selama ini menurut Muhadis, salah satu masalah sosial yang menjadi keluhan warga Kadia adalah banjir dan genangan air. Kondisi itu, tak hanya menjadi langganan saat hujan, tapi juga hingga sekarang belum mendapat solusi yang jelas untuk mengatasinya.

Salah satu titik yang paling rawan banjir adalah daerah sebelah barat Kadia. Hampir setiap tahun, bahkan setiap kali hujan deras, air di kali Kadia menguap. Hal itu karena belum adanya tanggul dan drainase, volume air yang berlebih tak mampu tertampung sehingga menyebabkan banjir.

Versi Muhadis, beberapa waktu lalu pemerintah kota sudah menjanjikan pembuatan tanggung sepanjang 50 meter. Namun sampai sekarang belum terealisasi. “Agar lebih efektif, pembuatan tanggul harus mencapai 700 meter agar bisa mengatasi debit air yang berlebih saat hujan. Jika tidak ada tanggul, drainase akan kewalahan, karena musim hujan volume air terus bertambah,” ungkapnya.

Banjir yang selalu mengancam warga kata Muhadis, tidak jarang menimbulkan korban materi. Selain merendam rumah warga, juga mengakibatkan aktivitas masyarakat lumpuh. Lebih-lebih jika hujan deras turun berhari-hari. “Kami berharap, mudah-mudahan pemerintah bisa secepatnya mengatasi persoalan banjir yang kerap menimpa warga Kadia di saat musim hujan. Selain itu, kesadaran masyarakat juga diharapkan untuk membantu pemda menjaga kebersihan lingkungan,” harapnya. (cr5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: