Polisi Periksa Direksi PT. Antam

Kendari Pos, Bumi Anoa 2010-09-24 / Halaman 5

Sejumlah direksi PT. Antam UBPN Sultra saat ini sedang menjalani pemeriksaan penyidik dari Mabes Polri. Proses hukum tersebut sebagai langkah kepolisian dalam menuntaskan laporan pihak PT. Ronggolawe terhadap BUMN di Pomalaa itu. PT.  Antam dianggap telah mengingkari salah satu poin kesepakatan dalam jual beli limbah scrub nikel. Untuk dikehatui, PT. Ronggolawe memang ditunjuk sebagai perusahaan yang menangani penjualan limbah produksi nikel PT. Antam.

Senior Legal Manajer PT.Ronggolawe, Ari Aditria Wirastomo yang dikonfirmasi mengatakan, dalam dokumen perjanjian antara pihaknya dengan Pemkab Kolaka, scrab PT. Antam yang seharusnya dikelola sebanyak 13.914,50 ton. Namun belakangan Rongolawe hanya menerima sekitar 6000 ton saja. Dari jumlah itu hanya berkisar tiga ton yang layak jual. ” Padahal untuk mendapatkan scrab,  perusahaan telah membayar pajak dan royalty lebih dari delapan miliar rupiah. Lantas sisanya diserahkan ke mana. Inilah yang Kami pertanyakan,” terang Ari.

Menurutnya, karena itu pulalah yang menyebabkan PT. Ronggolawe gagal memenuhi tagihan PAD dari Pemkab yang mencapai Rp 40 miliar dan baru merealisasikan sekitar Rp  11 miliar saja. Sementara itu Kuasa Hukum PT. Antam, Abdul Rahman, MH yang dikonfirmasi membenarkan jika sejumlah petinggi perusahaan yang menjadi kliennya itu tengah diperiksa penyidik Mabes Polri. Namun menurut Rahman, gugatan PT. Ronggolawe tersebut seharusnya dilayangkan ke Pemkab Kolaka. Karena secara hukum, Antam tidak terkait perjanjian dengan PT. Ronggolawe.

“Gugatan tersebut salah alamat. Perjanjian jual beli terjadi antara Pemkab Kolaka dan Ronggolawe. Antam sebatas menyerahkan limbah scrabnya ke Pemkab sebagai bentuk coorporate social responsibility,” ulang Rahman ketika dihubungi, kemarin. Mengenai materi jumlah 13 ribu ton scrab yang harus diserahkan Antam seperti tertuang dalam MoU, Rahman mengatakan jumlah tersebut merupakan angka perkiraan saja saat dilakukan pengukuran volume menggunakan alat milik Antam. Selain petinggi Antam, pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah pejabat dan mantan pejabat Dinas Pertambangan Kolaka. Pemeriksaan sendiri dilakukan tim penyidik Mabes Polri di Polres Kolaka dan di Jakarta. Informasi yang dihimpun menyebutkan hingga kini Polri masih sebatas penyelidikan dan belum menetapkan satu pun tersangka. (cr3/cok)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: